PM Greenland: Banyak Orang Merasa Tak Aman, Sebagian Takut dan Khawatir Jadi Target AS Setelah Venezuela

Kamis, 16 Apr 2026, 19:23 WIB

MOSKOW, RUSSIA - Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen menyatakan bahwa pulau tersebut berpotensi menjadi target berikutnya Amerika Serikat setelah Venezuela, menyusul kembali mencuatnya keinginan Presiden AS Donald Trump untuk menguasai Greenland.

"Masyarakat Greenland, banyak dari mereka berpikir seperti itu, 'kami mungkin berikutnya', dan saya tahu negara lain juga berpikir demikian; dan itu sangat disayangkan," kata Nielsen kepada penyiar NBC, Rabu (15/4), saat ditanya apakah ia meyakini Greenland bisa menjadi target berikutnya.

Ket. Foto: Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama selama eskalasi terbaru hingga sebagian orang ragu untuk meninggalkan anak-anak mereka di taman kanak-kanak dan membatalkan pesta serta pertemuan yang telah direncanakan.

"Banyak orang merasa tidak aman. Sebagian merasa takut. Kini, bagi banyak orang, perasaan itu berubah menjadi kemarahan," kata Nielsen.

Dia pun menegaskan bahwa Greenland tidak akan diserahkan atau dijual kepada kekuatan asing mana pun.

"Jika mereka melakukan sesuatu terhadap infrastruktur kami, maka tentu kami harus siap," tegasnya.

Nielsen juga menyampaikan ketidakpastian mengenai apakah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan membela Greenland jika diperlukan.

"Saya tidak tahu apakah NATO akan memberikan jaminan untuk berperang demi kami melawan sekutu lain. Kami semua masih sekutu," ujarnya.

Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut seharusnya bergabung dengan Amerika Serikat dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional AS.

Pemerintah Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak mencoba mengambil alih wilayah tersebut, serta menegaskan bahwa integritas teritorial harus dihormati. Ant/sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

  • Invasi AS-Greenland

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Utamakan Perlindungan Pengguna, Platform Aset Digital Ini Menang Penghargaan Kepatuhan Dua Kali Beruntun

Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis Ditambah Pemkot Depok Jadi 52 Sekolah Swasta, Cek Daftarnya di Sini!

Starbucks Korea Tutup Sementara 2.000 Gerai Imbas Kontroversi Promosi Tragedi Gwangju

KUR Melaju Kencang: BRI Catat Hampir Setengah Target Sudah Tersalurkan

Ekonomi Syariah Disebut Mesin Pertumbuhan Baru di Masa Ketidakpastian

Wagub Rano Perkuat Kerja Sama dengan Netflix demi Dongkrak Ekonomi Kreatif Jakarta

Kemenpar Serukan agar Program Pariwisata Jangkau Seluruh 38 Provinsi Indonesia

Purwokerto City Run 2026, Promosikan Budaya dan Pariwisata lewat Pengalaman Lari dan Teknologi Digital

Generali Indonesia Perdana Gelar Generali Lion Heart Run 2026, Dorong Hidup Sehat Sekaligus Bantu Pendidikan 1.000 Anak Usia Dini.

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Pasar Menunggu Dua Penentu Arah: MSCI dan The Fed

Di Forum RISING Fellowship, Gubernur Pramono Rayu Singapura Investasi Massif di Jakarta

Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Menahan Napas Menanti Putusan The Fed

Wagub Rano Karno Siapkan SMK Jadi Titik Awal Cetak Talenta Industri AI di Jakarta

Tradisi Suroan Pencak Silat Madiun Angkat Potensi Ekonomi dan Wisata Daerah

Mulai 2027 Grammy Awards Tambah Kategori Khusus Asian Pop

Di Tengah Inflasi Medis yang Terus Meningkat, Allianz Indonesia Ajak Media dan Masyarakat Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan Berkelanjutan.

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Norwegia dan Argentina Kuasai Puncak Grup I & J

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.