• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dari Rumah Kontrakan Menuj...

Dari Rumah Kontrakan Menuju Kemandirian Finansial: Perjalanan Inspiratif Seblak Ngapak Bali

Selasa, 18 Agu 2026, 17:55 WIB

Berawal dari rumah kontrakan dengan kondisi ekonomi terbatas, pasangan Nurtisari dan Ovi Arista Anggie Satria perlahan membangun usaha kuliner Seblak Ngapak Bali hingga menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.

Perjalanan pasangan yang merantau dari Semarang ke Bali pada 2022 tersebut menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha mikro dapat membangun kembali perekonomian keluarga dengan memanfaatkan pekerjaan, platform digital, serta akses pendanaan.

Ket. Foto: Nurtisari dan Ovi Arista Anggie Satria menjalankan dua peran dalam ekosistem Grab, yakni sebagai Mitra GrabMerchant melalui Seblak Ngapak Bali dan Mitra Pengemudi GrabBike. Keduanya membangun usaha dari rumah kontrakan dan perlahan-lahan bangkit dari masa sulit. — Sumber: Ovo Financial

Kini, Nur menjalankan Seblak Ngapak Bali sebagai Mitra GrabMerchant, sementara Ovi menjadi Mitra Pengemudi GrabBike. Keduanya menjalankan peran tersebut secara bersamaan untuk menjaga kestabilan pendapatan keluarga sekaligus mengembangkan usaha kuliner.

Kisah tersebut bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap 12 Agustus.

Memulai dari Kondisi Serba Terbatas

Ketika tiba di Bali pada 2022, Nur dan Ovi belum memiliki pekerjaan tetap, kendaraan, maupun modal usaha. Untuk membiayai perjalanan menuju Bali, Ovi bahkan harus menjual gitarnya dengan harga di bawah nilai pasar.

Setibanya di Bali, Ovi bekerja sebagai kuli angkut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekitar tiga bulan kemudian, pasangan tersebut mengambil kredit sepeda motor dengan uang muka sekitar Rp300.000. Motor itu kemudian digunakan Ovi untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Pada masa awal bekerja sebagai pengemudi, Ovi masih harus beradaptasi dengan aplikasi dan kondisi jalan di Denpasar. Penghasilannya pun belum mencukupi kebutuhan keluarga.

“Sekitar tiga bulan pertama menetap di Bali, saya dan suami memberanikan diri untuk mengambil kredit sepeda motor dengan uang muka sekitar Rp300.000,” ujar Nur.

Menurut Nur, pendapatan suaminya mulai meningkat setelah semakin memahami cara kerja aplikasi dan mengenal wilayah Denpasar.

Namun, perjalanan keluarga tersebut sempat menghadapi ujian berat ketika anak kedua mereka meninggal dunia akibat pneumonia pada usia tujuh bulan. Ovi kemudian sempat menghentikan aktivitasnya sebagai Mitra Pengemudi GrabBike untuk mendampingi Nur merintis usaha seblak dari tempat tinggal mereka.

Seiring kebutuhan keluarga yang terus berjalan, Ovi kembali bekerja sebagai Mitra Pengemudi. Pada saat yang sama, usaha seblak yang dirintis Nur mulai mendapatkan perhatian pelanggan.

Pasangan tersebut kemudian mendaftarkan usaha mereka sebagai Mitra GrabMerchant dengan nama Seblak Ngapak Bali.

Mengandalkan Dua Sumber Penghasilan

Pada awal bergabung dengan layanan GrabFood, pesanan Seblak Ngapak Bali belum langsung ramai. Nur memilih untuk terus memperbaiki produk dengan mengevaluasi rasa, menambah pilihan topping, serta menjaga konsistensi kualitas.

Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil. Seblak Ngapak mulai dikenal pelanggan dan bahkan menerima pesanan dari wilayah yang berjarak lebih dari satu jam perjalanan dari lokasi usaha mereka di Denpasar.

“Saya percaya bahwa usaha yang baik membutuhkan proses. Ketika pertama kali mendaftarkan Seblak Ngapak Bali di GrabFood, pesanan yang masuk memang belum banyak. Namun, saya tidak menyerah,” kata Nur.

Bagi keluarga tersebut, menjalankan dua peran dalam ekosistem Grab menjadi strategi untuk menjaga arus pendapatan.

Pendapatan dari Seblak Ngapak digunakan untuk memutar modal dan memenuhi kebutuhan usaha, sedangkan penghasilan Ovi sebagai Mitra Pengemudi membantu membayar cicilan kendaraan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pembagian peran itu juga membuat keduanya dapat terus mengembangkan usaha tanpa mengabaikan kebutuhan keluarga.

Pendanaan untuk Memperkuat Usaha

Seiring perkembangan Seblak Ngapak Bali, Nur kemudian memanfaatkan fasilitas GrabModal Mantul by Ovo Finansial yang tersedia melalui aplikasi Merchant GrabFood.

Nur pertama kali memperoleh pendanaan sekitar Rp5 juta. Dana tersebut digunakan untuk menambah persediaan bahan baku dan memperluas variasi menu.

Setelah pendanaan pertama diselesaikan, Nur kembali mengakses pendanaan sebesar Rp20 juta. Kali ini, dana digunakan untuk memperkuat modal dan membeli sejumlah perlengkapan usaha, termasuk kompor, wajan, kulkas, serta freezer.

“Kami bersyukur mendapat dukungan modal dari GrabModal Mantul by Ovo Finansial yang bisa kami gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari melengkapi bahan hingga peralatan masak,” ujar Nur.

Menurutnya, ketersediaan bahan baku dan menu yang lebih lengkap membuat operasional usaha menjadi lebih tenang sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.

Belajar Mengembangkan Bisnis

Selain akses terhadap pasar digital dan pendanaan, Nur juga mengikuti program Teras Perwira, wadah pelatihan dan berbagi wawasan yang diselenggarakan Grab untuk Mitra UMKM.

Melalui program tersebut, Nur mendapatkan pengetahuan mengenai strategi meningkatkan penjualan, pemanfaatan program promosi di platform digital, hingga penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Pengetahuan itu kemudian diterapkan dalam pengelolaan Seblak Ngapak.

Ketika penjualan sedang tinggi, Nur sebelumnya memilih tidak mengikuti program promosi karena pesanan sudah cukup banyak. Namun, ketika penjualan mulai menurun, ia mulai memanfaatkan program promosi dengan memperhitungkan harga dan margin terlebih dahulu.

Strategi tersebut dilakukan agar promosi tetap mampu menarik pelanggan tanpa mengurangi keuntungan usaha secara berlebihan.

Program pemberdayaan tersebut juga akan kembali digelar dalam rangka Hari UMKM Nasional melalui Teras Perwira pada 19 Agustus 2026 di Makassar dan 20 Agustus 2026 di Jakarta.

Perlahan Membangun Kehidupan yang Lebih Stabil

Setelah melewati berbagai tantangan, kondisi ekonomi keluarga Nur dan Ovi kini mulai membaik. Mereka telah memiliki dua sepeda motor dan perlengkapan usaha yang lebih memadai. Sebagian pendapatan juga mulai dapat disisihkan untuk ditabung.

Bagi Nur, perjalanan Seblak Ngapak Bali menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berkembang ketika pelaku usaha memiliki keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, akses ke pasar, dan dukungan modal yang sesuai.

“Dulu kami datang ke Bali tanpa apa-apa. Sekarang, sedikit demi sedikit kami bisa membeli kebutuhan sendiri dan membangun kehidupan yang lebih stabil dari hasil berjualan dan bekerja,” tutur Nur.

Direktur Utama Ovo Finansial, Riady Nata, mengatakan momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat mengenai pentingnya ekosistem pendukung bagi pelaku usaha agar dapat terus tumbuh dan beradaptasi.

“Bagi Ovo Finansial, salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menghadirkan akses pembiayaan dengan proses yang cepat dan mudah, sehingga Mitra dapat memenuhi kebutuhan usahanya tanpa mengganggu kestabilan finansial,” ujar Riady.

Ovo Finansial menyebut lebih dari 600.000 Mitra UMKM, yang terdiri atas merchant dan Mitra Pengemudi di Indonesia, telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp9 triliun melalui GrabModal sejak layanan tersebut diluncurkan.

Melalui GrabModal Mantul by Ovo Finansial, Mitra Pengemudi dan merchant dapat mengakses layanan pendanaan yang disebut telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan proses cepat, cicilan ringan, serta skema pembayaran harian.

Perjalanan Seblak Ngapak Bali memperlihatkan bahwa bagi pelaku UMKM, pengembangan usaha tidak selalu berlangsung secara instan. Akses terhadap pelanggan melalui platform digital, diversifikasi sumber penghasilan, peningkatan kemampuan, serta dukungan modal dapat menjadi bagian dari proses membangun usaha dan kehidupan keluarga yang lebih stabil.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja

Bareskrim Polri Ungkap 5 Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Pengantin Pesanan

Pemkot Bandung Segera Tanam Kembali Pohon di Jalan RE Martadinata

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Finansial dan Jaringan Bisnis

MPR Tegaskan Hari Konstitusi Bukan Sekadar Seremonial

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Tahura Raden Soerjo, Begini Tata Cara Reschedule Tiket!

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Kabar Gembira! Anggota DPR Desak Pemerintah Realisasikan Sekolah SD-SMP Gratis Sesuai Amanat Putusan MK

Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Evaluasi Utama

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.