Kemenekraf dan IAI Bahas Peran Arsitektur dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kamis, 08 Jan 2026, 16:59 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) membahas peran arsitektur dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.
âArsitektur juga berpotensi menjadi the new engine of growth bagi ekonomi kreatif," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/1).
Dalam audiensi IAI di Jakarta, Rabu (7/1), Irene mengatakan bahwa arsitektur memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif, khususnya dalam pemanfaatan ruang publik sebagai medium kolaborasi lintas subsektor, mulai dari desain komunikasi visual, interior, produk dan furnitur, seni rupa, hingga pengembangan IP (Intellectual Property).
Keterhubungan ini menjadi kunci untuk menghadirkan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bernilai dan berdampak bagi masyarakat.
âKita ingin meng-elevate event ini ke level berikutnya. Bukan hanya diskusi, tapi membuka peluang kolaborasi nyata. Arsitektur harus hadir sebagai bagian dari solusi, sekaligus penggerak ekosistem kreatif,â ujar Irene.
Hadirnya ARCH:ID berpotensi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan arsitek, desainer, pemerintah, dan pelaku industri kreatif melalui pendekatan aplikatif, seperti sesi matchmaking, showcase ruang publik, serta simulasi gagasan desain yang relevan dengan kebutuhan kota.
ARCH:ID 2026 yang bertemakan "Skema Sintesa" dijadwalkan berlangsung pada 23â26 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, dan menjadi edisi keenam sejak pertama kali diselenggarakan pada 2020.
Tema itu diambil untuk menekankan pentingnya kolaborasi dan kesinambungan dalam praktik arsitektur, terutama dalam konteks perkotaan dan ekologi.
Wakil Ketua IAI sekaligus Direktur Program ARCH:ID Firman S. Herwanto mengatakan bahwa industri arsitektur tidak lagi bersifat individual karena perannya makin berkembang menjadi fasilitator dalam ekosistem ekraf.
âSkema Sintesa lahir dari kesadaran bahwa tantangan arsitektur saling terhubung dan hanya bisa dijawab melalui kerja kolaboratif,â ujar Firman.
Firman juga menyoroti semakin kuatnya peran arsitek perempuan dalam lanskap arsitektur Indonesia, yang kini semakin terlihat dan mendapatkan ruang dalam perumusan gagasan besar ARCH:ID 2026.
Maka dari itu IAI berharap mendapatkan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menjadikan ARCH:ID secara berkelanjutan, termasuk penguatan jejaring internasional dan diskursus kebijakan perkotaan. Ant
- Kemenekraf
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Inggris Usulkan KTT Khusus Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
-
Vietnam Pangkas Penerbangan Domestik karena Krisis Bahan Bakar
-
PT Angkasa Pura Indonesia: Sebanyak 99.680 Penumpang Mendarat di Bandara Soetta pada H+3 Lebaran,
-
Kemenekraf Dukung Nuanu Creative City Jadi Kawasan Kreatif Masa Depan
-
Menekraf Bahas Kolaborasi dalam Monetisasi Karya Kreatif Lokal
-
Kemenekraf dan KAI Hadirkan Instalasi Pelangi di Mars saat Lebaran
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.