Perkuat Investasi dan Ekspor agar Ekonomi RI Kompetitif
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain itu, Iyuk menekankan pentingnya memitigasi risiko dari gejolak eksternal, termasuk dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dan rantai pasok, agar tidak menekan kinerja ekonomi nasional secara lebih dalam.
Lebih Gelap
Dihubungi dalam kesempatan terpisah, peneliti ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menuturkan, sama seperti laporan World Bank terbaru, bahwa ada penurunan proyeksi yang menunjukkan ekonomi ke depan bisa lebih gelap.
Menurut Huda, faktor eksternal seperti perang memang berpengaruh signifikan terutama soal imported inflation. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintah menjaga daya beli dan dunia usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terang Huda menunjukkan adanya pesimisme di dunia usaha akan kondisi ke depan. Jika melihat data Purchasing Managers' Indeks (PMI) manufaktur juga melemah dan bahkan terancam di angka non ekspansif di bulan April-Juni.
“Artinya pemerintah belum melakukan kebijakan yang menyakinkan publik dan dunia usaha,” kata Huda.
Dia pun berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini nampaknya akan lebih buruk dibandingkan tahun lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!