- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kilang Minyak Australia Te...
Kilang Minyak Australia Terbakar, Stok Bensin Nasional Kini Hanya Cukup 38 Hari
Kamis, 16 Apr 2026, 17:10 WIBJAKARTA - Kebakaran besar melanda salah satu kilang minyak terbesar di Australia di tengah meningkatnya tekanan terhadap keamanan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah. Insiden ini terjadi di kilang minyak Geelong, Negara Bagian Victoria, yang merupakan salah satu dari dua fasilitas pengolahan minyak yang masih beroperasi di negara tersebut.
Otoritas pemadam kebakaran setempat menyatakan bahwa api yang muncul pada Rabu malam berhasil dikendalikan pada Kamis siang waktu setempat. Kilang yang dioperasikan oleh Viva Energy tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 120.000 barel per hari.
Kobaran api dilaporkan mencapai ketinggian hingga 60 meter setelah kebocoran gas memicu ledakan di area fasilitas. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius mengingat peran strategis kilang tersebut dalam memenuhi kebutuhan energi nasional Australia.
Kilang Geelong diketahui menyumbang sekitar 10 persen dari total produksi bahan bakar Australia. Lokasinya yang berada sekitar satu jam perjalanan dari Melbourne menjadikannya salah satu pusat distribusi energi penting di kawasan tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada saat yang krusial, ketika Australia tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Negara tersebut diketahui masih bergantung pada impor untuk sekitar 80 persen kebutuhan bahan bakarnya, sehingga gangguan pada produksi domestik dapat berdampak signifikan.
Situasi semakin diperparah oleh konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan memicu gangguan distribusi energi global. Jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz menjadi salah satu titik krusial yang terdampak, mengingat wilayah tersebut merupakan jalur utama pengiriman minyak dunia.
"Terputusnya pasokan di area kunci ini untuk jangka waktu yang tidak diketahui merupakan masalah yang cukup serius," ujar Kevin Morrison.
Ia juga menyoroti bahwa kilang Geelong merupakan fasilitas yang telah beroperasi sejak 1950-an dan saat ini bekerja pada kapasitas maksimal akibat meningkatnya permintaan energi global. Kondisi tersebut membuat risiko gangguan operasional menjadi semakin tinggi.
Di tengah situasi ini, Anthony Albanese menyatakan bahwa pemerintah telah mengamankan tambahan pasokan bahan bakar sebagai langkah antisipasi. Australia dilaporkan memperoleh sekitar 100 juta liter solar dari Brunei dan Korea Selatan.
"Ini adalah pengiriman pertama dari banyak pengiriman yang diharapkan akan diamankan berdasarkan kewenangan cadangan strategis baru pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Chris Bowen menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di bagian kilang yang memproduksi bensin beroktan tinggi. Namun, sistem pengamanan berhasil melindungi bagian lain yang memproduksi bahan bakar jet dan diesel dari dampak lebih luas.
"Penting bagi masyarakat untuk membeli bahan bakar sebanyak yang mereka butuhkan, tidak lebih, tidak kurang," katanya.
Pemerintah Australia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan atau panic buying. Warga diminta tetap tenang dan menggunakan bahan bakar secara bijak di tengah kondisi yang masih terkendali.
Data pemerintah menunjukkan bahwa cadangan bensin Australia saat ini hanya cukup untuk sekitar 38 hari, jauh di bawah standar minimum 90 hari yang direkomendasikan oleh Badan Energi Internasional. Hal ini semakin menegaskan kerentanan sistem energi negara tersebut terhadap gangguan eksternal.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan beralih ke transportasi umum jika memungkinkan. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan energi dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi gangguan produksi domestik dan tekanan global akibat konflik geopolitik, kebakaran kilang ini menjadi peringatan serius bagi Australia dalam memperkuat ketahanan energi nasional ke depan.
- Kilang Minyak
- krisis energi
- Cadangan Minyak
- Penutupan Selat Hormuz
- Konflik AS-Iran
- selat hormuz
- Australia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Dunia Masih Datar Setelah Trump Umumkan akan Mengawal Kapal-kapal di Selat Hormuz
-
Inggris Kirim Kapal Tempur ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz
-
Konflik Timur Tengah dapat Picu Ambisi Energi Nuklir di Asia Tenggara
-
Selat Hormuz Macet, Perusahaan Pelayaran Kini Banting Setir ke Jalur Darat
-
Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Mulai Pulih, Arus Minyak Dunia Kembali Normal
-
Selat Hormuz Belum Bersahabat, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.