Kewirausahaan Jadi Kunci, Kaltim Godok Keterampilan Kerja Lebih Mandiri

Kamis, 16 Apr 2026, 19:10 WIB

SAMARINDA – Mengasah keterampilan kerja masyarakat merupakan langkah fundamental dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah perubahan struktur ekonomi yang semakin dinamis.

Transformasi teknologi dan kebutuhan industri menuntut kompetensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga adaptif, seperti kemampuan problem solving dan literasi digital.

Ket. Foto: Pemerintah terus memprioritaskan menggodok keterampilan dan keahlian masyarakat agar serapan lapangan kerja semakin meningkat, salah satunya pelatihan menjahit. — Sumber: ANTARA/Ahmad Rifandi.

Dalam konteks ini, peningkatan keterampilan menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dan ketersediaan tenaga kerja.

Dampak ekonominya bersifat langsung maupun tidak langsung. Tenaga kerja yang lebih terampil cenderung memiliki produktivitas lebih tinggi, sehingga mendorong efisiensi sektor usaha dan meningkatkan pendapatan individu.

Secara agregat, hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengurangi tingkat pengangguran, terutama pengangguran terbuka yang disebabkan oleh mismatch keterampilan.

Namun, efektivitas upaya ini sangat bergantung pada relevansi program pelatihan dengan kebutuhan industri. Tanpa kurikulum yang berbasis permintaan pasar dan keterlibatan dunia usaha, pelatihan berisiko tidak tepat guna.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan menjadi krusial agar pengembangan keterampilan kerja benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai dan berdaya saing tinggi.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur menekankan aspek kewirausahaan untuk menggodok keterampilan kerja masyarakat, sebagai upaya mengurangi pengangguran daerah.

"Kami terus mengupayakan program bantuan pelatihan agar tetap berjalan secara maksimal manfaatnya bisa dirasakan langsung bagi angkatan kerja," kata Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltim Muhammad Abduh di Samarinda, Kamis (16/4).

Disnakertrans Kaltim saat ini telah menyiapkan sepuluh paket pelatihan bersumber dari APBD dan empat paket pelatihan dari APBN.

Pelatihan tersebut disebar ke sejumlah wilayah, termasuk alokasi khusus untuk Kota Bontang guna memastikan pemerataan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Abduh menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan ini diselenggarakan dengan merujuk langsung pada kebutuhan nyata dunia industri saat ini.

Materi unggulan dalam program kewirausahaan tersebut mencakup manajemen usaha sederhana, cara mengelola dan mendapatkan modal, hingga perhitungan keuntungan produksi.

Untuk itu, terdapat berbagai kelas vokasi praktis yang disediakan bagi peserta, mulai dari tata boga, menjahit pakaian, tata rias, hingga pembuat kopi.

Pihaknya juga mencontohkan pada salah satu alumni peserta pelatihan pembuat kopi di Kabupaten Paser bahkan telah membuka usaha kopi dengan mempekerjakan orang.

"Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terbukti dari jumlah pendaftar di Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan yang menembus lebih dari dua ribu orang," ungkap Abduh.

Akan tetapi, keterbatasan waktu dan sumber daya fasilitas membuat pihak penyelenggara hanya mampu mengakomodasi sebanyak 1.040 peserta pada gelombang pelatihan kali ini.

Guna menyiasati keterbatasan kuota tersebut, Disnakertrans Kaltim turut menggandeng sejumlah lembaga pelatihan swasta dengan pengawasan standar mutu dari pemerintah daerah.

Kerja sama ini juga melibatkan lembaga-lembaga di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memetakan informasi kebutuhan kompetensi kerja secara presisi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.