• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Lioness Season 3 Meledak d...

Lioness Season 3 Meledak di Paramount+: Serial Mata-Mata Taylor Sheridan Mendominasi Streaming Global

Selasa, 11 Agu 2026, 00:00 WIB

Penulis naskah Taylor Sheridan kembali menunjukkan kekuatannya di dunia televisi.

Setelah sejumlah serial garapannya menghiasi katalog Paramount+, kini giliran Lioness yang kembali mencuri perhatian. Season 3 serial mata-mata yang dibintangi Zoe Saldaña tersebut baru memasuki episode keduanya, tetapi sudah disebut sebagai serial paling banyak ditonton di Paramount+ secara global dalam laporan terbaru Collider.

Ket. Foto: Bagi Taylor Sheridan, kesuksesan tersebut menjadi bukti lain bahwa formula yang menggabungkan aksi brutal, intrik intelijen, drama keluarga dan karakter-karakter yang berada di bawah tekanan ekstrem masih memiliki daya tarik besar. — Sumber: Istimewa

Momentum ini datang setelah penantian cukup panjang. Season 2 berakhir pada 2024, sementara Season 3 baru resmi kembali pada 2 Agustus 2026. 

Dan sejak episode pembuka, Sheridan langsung membawa cerita ke situasi yang jauh lebih berbahaya.

Joe McNamara kembali ke garis depan

Zoe Saldaña kembali sebagai Joe McNamara, agen CIA yang berada di pusat operasi Lioness.

Serial ini sejak awal memang tidak sekadar mengandalkan adegan aksi. Konflik Joe juga berkaitan dengan kehidupan pribadinya, terutama bagaimana pekerjaannya sebagai operator CIA semakin sulit dipisahkan dari kehidupan keluarga.

Untuk Season 3, persoalan tersebut semakin besar.

Paramount menggambarkan musim terbaru sebagai cerita tentang jaringan tersembunyi, agen asing dan pengkhianatan pribadi yang mulai saling berkelindan. Joe pun menghadapi situasi ketika perang yang selama ini ia jalani di luar rumah mulai masuk langsung ke kehidupannya. 

Itulah yang membuat musim terbaru terasa lebih personal.

Bukan lagi sekadar soal bagaimana Joe menjalankan sebuah misi, tetapi bagaimana ia bisa melindungi orang-orang terdekat ketika dirinya sendiri mulai menjadi sasaran.

Episode pembuka langsung menaikkan tensi

Episode pertama, “The Spider and the Fly,” memperkenalkan ancaman baru setelah sebuah operasi rahasia mengungkap sesuatu yang jauh lebih besar.

Episode kedua, “No Sorrow Like the Survivor,” kemudian memperluas persoalan tersebut. Kaitlyn harus berusaha mengendalikan krisis yang mulai menjalar ke berbagai lembaga, sementara Neal berusaha menghadapi ketakutan yang semakin besar di lingkungan keluarganya. 

Dengan kata lain, ancaman dalam Season 3 tidak lagi berada jauh di medan operasi.

Bahaya mulai mendekati rumah Joe.

Dan itu menjadi salah satu perubahan paling menarik dari musim terbaru.

Sheridan kembali menggabungkan aksi dan drama keluarga

Salah satu ciri khas Lioness adalah kemampuannya menggabungkan operasi spionase dengan persoalan pribadi para karakternya.

Zoe Saldaña sendiri mengungkapkan bahwa alur Season 3 membawa sisi emosional yang kuat untuk Joe. Ia memuji bagaimana Sheridan memperdalam karakter tersebut, terutama konflik antara kewajiban profesional dan kehidupan sebagai seorang ibu. 

Bahkan sebelum Season 3 tayang, Saldaña mengatakan proses produksinya cukup menuntut secara fisik dan emosional. Namun ia juga mengaku puas dengan arah cerita yang akhirnya dipilih Sheridan. 

Hal ini menjadi penting karena Joe bukan lagi karakter yang hanya dilihat dari kemampuan bertempurnya.

Penonton kini semakin diperlihatkan konsekuensi dari kehidupan yang ia pilih.

Bukan cuma aksi, misterinya juga semakin besar

Season 3 juga tampaknya ingin memperbesar unsur thriller dan misteri.

Ada nama-nama yang tiba-tiba menghilang, pola yang tidak seharusnya muncul, jaringan tersembunyi dan pihak-pihak yang sulit diketahui kesetiaannya.

Semua itu membuat Joe dan timnya tidak hanya harus menghadapi musuh di lapangan, tetapi juga kemungkinan adanya kebocoran atau pengkhianatan dari dalam.

Episode kedua bahkan membawa Joe ke situasi yang sangat berbahaya setelah dirinya menjadi sasaran operasi pihak Rusia. Timnya kemudian berusaha mengurai siapa yang berada di balik serangan tersebut dan apakah ada pengkhianat yang membantu musuh. 

Jadi, semakin jauh Season 3 berjalan, pertanyaan terbesar bukan hanya “siapa musuh Joe?”

Tetapi juga:

“Siapa yang masih bisa dipercaya?”

Sheridan masih punya magnet kuat

Kesuksesan awal Lioness juga memperlihatkan betapa kuatnya nama Taylor Sheridan di Paramount+.

Ia berada di balik sejumlah serial besar seperti Yellowstone, Tulsa King, Landman, Mayor of Kingstown dan berbagai proyek lainnya. Lioness sendiri sejak musim pertama sudah menjadi salah satu peluncuran terbesar Paramount+ secara global. 

Season 2 bahkan mencatat peningkatan penonton dibanding musim pertamanya, memperkuat posisi serial ini sebagai salah satu properti penting Paramount+. 

Kini Season 3 kembali memperlihatkan daya tarik tersebut.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa belum tepat menyebut Season 3 sudah mendapatkan konsensus kritikus yang luar biasa, karena Rotten Tomatoes dan Metacritic saat ini belum menampilkan kumpulan review kritikus yang memadai untuk musim tersebut. 

Yang sudah terlihat jelas adalah respons penonton dan momentum streaming-nya.

Dan ini baru awal

Season 3 direncanakan memiliki 10 episode, sehingga perjalanan Joe masih panjang. Episode berikutnya dijadwalkan hadir setiap Minggu, dengan episode ketiga pada 16 Agustus 2026. 

Jika tren awal ini bertahan, Lioness berpotensi kembali menjadi salah satu judul terbesar Paramount+ sepanjang musim panas.

Bagi Taylor Sheridan, kesuksesan tersebut menjadi bukti lain bahwa formula yang menggabungkan aksi brutal, intrik intelijen, drama keluarga dan karakter-karakter yang berada di bawah tekanan ekstrem masih memiliki daya tarik besar.

Dan bagi Joe McNamara, masalah sebenarnya baru saja dimulai.

Kali ini perang bukan hanya menunggu dirinya di medan operasi—perang sudah menemukan jalan menuju rumahnya.

  • Lioness

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.