Menata Ulang Titik Reklame demi Menjaga Estetika Kota

Senin, 10 Agu 2026, 23:47 WIB

Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, menata ulang titik-titik reklame agar estetika kota tetap terjaga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Makassar, Senin, mengatakan reklame memiliki kontribusi cukup besar dalam PAD. Meskipun demikian, pemasangan reklame harus berjalan seiring dengan penataan kota, estetika lingkungan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Ket. Foto: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat melakukan pertemuan dengan para pengusaha reklame di Makassar, Senin (10/8/2026). — Sumber: Antara

"Reklame yang ada di Kota Makassar ini harus betul-betul memberikan dampak yang baik, tidak boleh semrawut," ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan para pengusaha reklame.

Dalam pertemuan tersebut, Munafri meminta Bapenda dan pelaku usaha membangun pola komunikasi yang lebih baik dalam hal penataan titik reklame.

Menurutnya, penataan reklame tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan komersial, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat.

"Artinya, kita mau bukan hanya kepada pengusaha, tetapi juga kepada pemerintah untuk penataan ulang. Hal ini harus bermanfaat bagi pemerintah, masyarakat, serta pengusaha," ujar dia.

Munafri mengakui masih terdapat persoalan dalam tata kelola reklame, termasuk persoalan pembayaran pajak atau kewajiban lainnya yang kerap muncul menjelang akhir tahun.

Oleh karena itu, ia berharap pertemuan dengan para pengusaha reklame menjadi awal untuk membangun hubungan yang lebih terbuka dan konstruktif. Ia mengemukakan, Pemkot Makassar akan melakukan penataan ulang terhadap titik-titik reklame yang ada di wilayah kota.

Penataan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap titik reklame memiliki nilai komersial yang jelas, sekaligus tidak menimbulkan kesemrawutan visual.

Menurutnya, keberadaan reklame dengan ukuran dan ketinggian yang tidak beraturan dapat mengganggu estetika kota.

"Ini untuk memastikan bahwa sebuah titik memang harus mempunyai value yang kuat dan tidak bertumpuk-tumpuk. Ada yang tinggi, ada yang pendek, ada yang besar, ada yang kecil. Ini sangat mengganggu estetika kota," ucapnya.

Selain menata titik reklame, ia juga mendorong peningkatan penggunaan media reklame digital Videotron atau Light Emitting Diode (LED) atau dioda pemancar cahaya di sejumlah lokasi strategis.

Munafri menilai eksistensi reklame digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk membuat wajah kota lebih modern, sekaligus memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi kepentingan komersial maupun penyampaian informasi publik.

"Kalau mau membantu program pemerintah, naikkanlah sambil menunggu komersialnya. Kasih muncul iklan-iklan layanan masyarakat, tentang pembangunan, pengelolaan sampah, peraturan lalu lintas dan sebagainya," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.