BBKSDA Sulsel Bersama Komunitas Memperketat Patroli Hutan Malino

Senin, 10 Agu 2026, 22:37 WIB

Makassar - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) memperketat patroli preventif untuk menjaga keamanan kawasan hutan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Patroli sekaligus edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut dilaksanakan di kawasan hutan konservasi TWA Malino, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa," kata Kepala BBKSDA Sulsel Hasnawir di Makassar, Senin.

Ket. Foto: Suasana pemantauan hutan konservasi oleh personil BBKSDA Sulsel dan komunitas masarakat di kawasan TWA Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. — Sumber: Antara

Dia mengatakan, kegiatan yang dilakukan Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulsel bersama MPA dan MMP Resor TWA Malino itu menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap gangguan keamanan hutan serta potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau.

Selain memantau kondisi kawasan, lanjut dia, petugas juga mengecek ketersediaan sumber air yang dapat menjadi bagian penting dalam upaya penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Resor TWA Malino Sahruddin Nombong mengimbuhkan patroli juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada para pendaki Gunung Bawakaraeng, masyarakat, dan pengunjung mengenai pentingnya menjaga kawasan konservasi.

“Selain memantau kondisi kawasan, petugas juga memberikan sosialisasi kepada para pendaki Gunung Bawakaraeng, masyarakat, dan pengunjung agar tidak menyalakan api sembarangan, membuang puntung rokok di kawasan hutan," jelasnya.

Selain itu, kata dia, pengunjung di kawasan Malino diminta tidak membuang sampah plastik di gunung maupun meninggalkan api unggun sebelum dipastikan benar-benar padam.

Menurut dia, pencegahan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran sekaligus gangguan terhadap keamanan kawasan hutan konservasi.

Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulsel Mustari Tepu menegaskan pihaknya akan terus memperkuat upaya preventif dengan melibatkan masyarakat dan para pihak yang berada di sekitar kawasan konservasi.

Menurut dia, pihaknya bersama anggota MPA/MMP dan masyarakat siap bersinergi dengan seluruh pihak termasuk pengelola basecamp untuk melakukan pengawasan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta segera melakukan tindakan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun kebakaran hutan.

"Keberadaan hutan yang aman dan lestari merupakan aset negara yang perlu dijaga secara bersama-sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Melalui patroli preventif tersebut, BBKSDA Sulsel berharap sinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan semakin kuat sehingga kawasan konservasi Resor TWA Malino dapat terjaga dari ancaman gangguan keamanan maupun kebakaran hutan dan lahan.

TWA Malino merupakan kawasan konservasi seluas sekitar 6.814 hektare yang berada di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang.

  • Patroli Hutan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.