Pemetaan Titik Rawan Karhutla Hutan Lindung Liang Anggang Kalsel
Senin, 10 Agu 2026, 22:47 WIBBanjarbaru - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan memetakan empat titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli belasan kilometer di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru.
Kepala Seksi Pengendalian Karhutla Dishut Kalsel Bambang Marwanto di Banjarbaru, Senin, mengatakan patroli dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran dengan menyusuri kawasan yang memiliki karakteristik lahan berbeda, termasuk area sekitar bandara yang didominasi tanah gambut dengan vegetasi galam serta tanah mineral di Jalan Karya Manuntung.
âPetugas tidak hanya memantau kondisi kawasan, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan hutan lindung,â ujarnya.
Dalam patroli pada Senin itu Brigdalkarhutla merespons laporan kebakaran di kawasan Jalan Makmur, Banjarbaru, yang didominasi ilalang dan semak belukar dengan mengerahkan personel serta peralatan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api.
Brigdalkarhutla mengerahkan tim dan sarana prasarana untuk memadamkan kobaran api agar tidak meluas, kemudian melanjutkan pendinginan karena masih terdapat bagian lahan yang mengeluarkan asap.
âSeluruh personel dan perlengkapan terus disiagakan di lokasi untuk melakukan mopping up guna memastikan titik yang masih berasap benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan,â kata Bambang.
Selain menangani kebakaran tersebut, tim juga memperluas pemantauan ke wilayah Bangkal yang meliputi kawasan tegakan sengon, jabon, dan kemiri serta sejumlah lokasi strategis, termasuk perbatasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Forest City Perkantoran, Persemaian Permanen, Kebun Raya, Palam, hingga jalur menuju Sungai Tiung.
Ia menyebutkan hasil penyisiran di sejumlah kawasan tersebut tidak menemukan titik api baru sehingga kondisi dinyatakan kondusif, sementara personel tetap melakukan pemantauan untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera ditangani apabila ditemukan indikasi api atau menerima laporan masyarakat.
âPatroli dan pemetaan kawasan rawan menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam mengendalikan karhutla dengan menggabungkan pemantauan lapangan, edukasi masyarakat, serta respons cepat terhadap kebakaran untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan,â ujar Bambang.
- karhutla
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Iva Jovic Pertahankan Gelar Guadalajara Open
-
UEFA Nations League: Awal Positif Xavi Bersama Belanda, Intensitas Serangan Jadi Sorotan
-
Fajar/Fikri Gagal Ikuti Leo/Daniel Melaju ke Babak Final Asian Games 2026
-
Tim SAR Temukan 4 Benda di Selat Sunda, Petunjuk Baru Pencarian Mulai Terungkap
-
Pemkot Bogor Bakal Resmikan Jembatan Paledang-Pasir Jaya Pertengahan Oktober
-
TransNusa Buka Rute Langsung Manado–Makassar, Frekuensi Jadi Dua Kali Sehari
-
TNI AD Siapkan 5 Kodam Baru, Jenderal Maruli Jelaskan Lokasinya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.