Festival Jukulele Sebagai Sarana Memperkuat Ekosistem Musik Lokal

Senin, 10 Agu 2026, 22:27 WIB

Ambon - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, memperkuat ekosistem musik lokal melalui Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau 2026 yang melibatkan anak-anak dan remaja sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Ambon sebagai City of Music.

“Predikat City of Music yang diberikan UNESCO kepada Kota Ambon pada 2019 bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan identitas sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan musik daerah,” kata Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, di Ambon, Senin.

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, saat diwawancara usai membuka acara Festival Jukulele 2026, di Ambon, Senin. — Sumber: Antara

Festival yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-450 Kota Ambon dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta dan memperebutkan Piala Wali Kota Ambon.

Menurutnya, bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi telah menjadi bagian dari ekspresi budaya, sarana membangun kebersamaan, sekaligus media untuk mempersatukan berbagai perbedaan.

Ia menilai jukulele tidak hanya menghasilkan nada yang khas, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Karena itu saya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah memberikan ruang bagi masyarakat dan anak-anak untuk mengekspresikan bakat mereka di bidang musik,” ujarnya.

Toisutta mengatakan, Kecamatan Sirimau sebagai salah satu wilayah penting di Kota Ambon memiliki masyarakat yang beragam dan dinamis, dengan aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, sosial, dan budaya yang cukup tinggi.

Dalam konteks tersebut, Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau 2026 dinilai menjadi kegiatan positif untuk mengembangkan potensi anak muda sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Festival ini bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi sebagai ruang dan wahana untuk mempererat kebersamaan,” katanya.

Menurut Toisutta, terdapat tiga hal penting yang diharapkan dapat didorong melalui festival tersebut. Pertama, memperkuat potensi dan kreativitas budaya musik lokal.

Kedua, memberikan ruang kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karya terbaik mereka. Ketiga, membangun kebersamaan sekaligus mendorong musik Ambon agar semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga anak-anak dan generasi muda memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan bakat serta mengembangkan kemampuan bermusik.

“Lewat festival ini kita berharap kreativitas musik terus tumbuh dan kebersamaan semakin kuat dalam upaya mengangkat kreativitas musik Ambon di kancah nasional,” harapnya.

Sementara itu, Camat Sirimau Aulia Wailaulu mengatakan, Festival Jukulele menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas musik sekaligus memperkuat identitas Kota Ambon sebagai City of Music.

Menurutnya, jukulele sebagai salah satu alat musik yang lekat dengan budaya Ambon perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi bagian dari upaya membangun industri musik di daerah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.