Efek Domino Dolar Perkasa, Kemendag Akui HPE Logam Mulia Tertekan
Kamis, 16 Apr 2026, 19:00 WIBJAKARTA â Penurunan harga patokan ekspor (HPE) untuk komoditas konsentrat tembaga dan emas mencerminkan tekanan dari melemahnya harga global serta penurunan permintaan industri, khususnya dari negara-negara dengan aktivitas manufaktur yang melambat.
Dalam struktur perdagangan, HPE berfungsi sebagai acuan penetapan bea keluar, sehingga penurunannya tidak hanya berdampak pada nilai ekspor, tetapi juga berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor tersebut.
Dari sisi pelaku usaha, turunnya HPE dapat menekan margin eksportir, terutama jika biaya produksi dan pengolahan tidak mengalami penurunan yang sebanding. Kondisi ini berpotensi mendorong efisiensi operasional atau bahkan penyesuaian volume ekspor.
Namun di sisi lain, harga yang lebih rendah juga bisa meningkatkan daya saing di pasar global, sehingga membuka peluang untuk menjaga volume permintaan tetap stabil.
Secara makro, dinamika ini menunjukkan tingginya sensitivitas komoditas tambang terhadap siklus ekonomi global.
Oleh karena itu, diperlukan strategi hilirisasi dan diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga mentah.
Dengan pendekatan tersebut, dampak penurunan HPE dapat ditekan, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertambangan dalam jangka panjang.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan penurunan HPE komoditas konsentrat tembaga dan emas dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat (AS) untuk periode kedua April 2026.
Dalam keterangan Kemendag di Jakarta, Kamis (16/4), HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 6.174,75 dolar AS per Wet Metric Ton (WMT) untuk periode kedua April 2026.
Nilai tersebut turun sebesar 4,97 persen dibandingkan periode pertama April 2026 yang tercatat sebesar 6.497,50 dolar AS per WMT.
Selain itu, HPE emas turun menjadi 147.550,12 dolar AS per kilogram dari 157.267,62 dolar AS per kilogram.
Harga referensi (HR) emas juga turun menjadi 4.589,33 dolar AS per troy ounce (t oz) dari 4.891,57 dolar AS per t oz.
"Penurunan harga emas dan perak terutama dipengaruhi penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil yang menekan daya tarik logam mulia sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yield asset)," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana.
Ia menambahkan tingginya suku bunga
global yang menekan permintaan komoditas juga mempengaruhi penurunan HPE konsentrat tembaga.
Tekanan harga juga dipengaruhi peningkatan persediaan (inventory) tembaga serta penurunan impor tembaga di Tiongkok, mencerminkan tertahannya permintaan fisik pada periode tersebut.
Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) turun sebesar 2,93 persen, emas 6,18 persen, dan perak 9,65 persen.
"Khusus untuk perak, tekanan harga juga dipengaruhi volatilitas yang lebih tinggi serta koreksi setelah kenaikan harga pada periode sebelumnya, dibarengi oleh permintaan industri yang masih tertahan," ujar Tommy.
HPE dan HR ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Masukan tersebut mengacu pada data London Metal Exchange (LME) untuk tembaga dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.
"Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," imbuh Tommy.
- Emas
- konsentrat tembaga
- HPE
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Amartha.org Dorong Akses Pendidikan dan Kepemimpinan Perempuan lewat Beasiswa
-
Kondisi Nagari Sungai Batang pascabencana susulan
-
BPJPH: Sertifikat Halal Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global
-
Kreatif Banget! Pemuda Lumajang Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan
-
Jumat, Samsat Keliling Jadetabek Hadir di 14 Titik, Cek Lokasinya!
-
Kekurangan Dana, PBB Pangkas 25% Pasukan Penjaga Perdamaian di Seluruh Dunia
-
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pengedar Narkotika Modus COD, Sita Barang Bukti Senilai Miliaran Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.