Diduga Jaringan Narkoba, AS Bombardir Sebuah Kapal di Pasifik Timur

Rabu, 15 Apr 2026, 19:53 WIB

WASHINGTON DC - Militer Amerika Serikat (AS) menyerang sebuah kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Pasifik Timur pada Selasa (14/4), menandai hari ketiga berturut-turut operasi serupa dan menewaskan empat orang di dalamnya, sebut Komando Selatan AS.

"Intelijen mengonfirmasi kapal tersebut melintasi sejumlah rute yang dikenal sebagai rute perdagangan narkoba di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba," kata komando tersebut di platform media sosial X.

Ket. Foto: — Sumber: US NAVY

"Empat pria pelaku narkoterorisme tewas dalam operasi ini. Tidak ada personel militer AS yang terluka," sebut SOUTHCOM tanpa memberikan bukti bahwa kapal tersebut benar-benar mengangkut narkoba.

Menurut SOUTHCOM, pasukan AS telah menenggelamkan dua kapal lain yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Pasifik Timur dalam dua hari terakhir, dengan total tujuh orang tewas.

Sejak awal September, militer AS telah melakukan sekitar 50 serangan udara yang diketahui terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba dan menewaskan sedikitnya 174 orang di kapal-kapal tersebut.

Menurut American Civil Liberties Union (ACLU), sebuah organisasi hak sipil utama di AS, Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika (Inter-American Commission on Human Rights/IACHR) pada bulan lalu mengadakan sidang pertama di Guatemala City mengenai legalitas serangan terhadap kapal oleh AS di kawasan Karibia serta dampak yang ditimbulkannya terhadap komunitas di seluruh Amerika Latin.

  • samudera pasifik

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.