IESR Sebut Tenaga Surya Siap Menjadi Tulang Punggung Pasokan Listrik Dunia
📅 Kamis, 09 Apr 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara, data ekonomi menunjukkan tenaga surya siap menjadi tulang punggung pasokan listrik dunia. Kalkulasi IESR menunjukkan bahwa sistem PLTS berdiri sendiri (standalone) dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) umumnya lebih murah daripada mengoperasikan PLTD.
Dengan mengganti seluruh PLTD di seluruh negeri akan membutuhkan 6,6 GW kapasitas tenaga surya yang akan menghemat 21 triliun rupiah konsumsi diesel dan mengurangi 24 juta ton emisi CO2 dalam waktu lima tahun.
Begitu pula pemasangan 11,8 GW energi surya di daerah terpencil dapat menyediakan pasokan listrik yang andal dan mendukung kegiatan ekonomi produktif baru, dengan perkiraan kontribusi sebesar 112,4 triliun rupiah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Dia juga yakin dengan membangun ekonomi berbasis surya, akan menciptakan sekitar 118 ribu lapangan kerja hijau baru di seluruh rantai nilai surya, sekaligus memperkuat kapasitas manufaktur sel surya (PV) dan BESS domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diminta terpisah, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan transisi ke energi bersih (matahari, angin, panas bumi) sangat penting untuk mencapai target nol emisi (net zero emission), meningkatkan kesehatan masyarakat melalui udara bersih, serta menciptakan kemandirian energi dan lapangan kerja baru.
Namun demikian, transisi energi terasa lamban karena kebergantungan akut pada PLTU batu bara, lalu ketidakpastian aturan, regulasi yang berubah-ubah, dan minimnya insentif fiskal membuat investor swasta ragu untuk masuk ke sektor energi terbarukan.ers/E-9
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!