Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satu Bulan Terabaikan, Sampah Menggunung di Rusunawa Cakung Barat Tutup Akses Jalan Warga

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 21:31 WIB | Oleh:
Satu Bulan Terabaikan, Sampah Menggunung di Rusunawa Cakung Barat Tutup Akses Jalan Warga Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Tumpukan sampah yang menggunung di Jalan Rusunawa Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (8/4).

JAKARTA - Sejumlah warga di Jalan Rusunawa Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang telah menggunung selama lebih dari satu bulan tanpa ada pengangkutan maksimal dari petugas.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan aroma tidak sedap yang menusuk, tetapi juga telah meluber hingga ke badan jalan sehingga mempersempit akses kendaraan dan menghambat aktivitas harian warga setempat. Keterlambatan armada pengangkut disinyalir menjadi penyebab utama volume sampah terus meningkat, mengingat titik tersebut menjadi tumpuan bagi ribuan warga dari 12 RT di wilayah RW 08.

"Sampah menumpuk gini udah lebih satu bulan. Udah dari sebelum puasa. Udah pasti terganggu, jalanan mau lewat. Jalanan jadi sempit, sedikit karena banyak sampah gini. Makanya yang lewat suka ngeluh ini kenapa ya," kata salah satu warga Adi (58) di Jakarta Timur, Rabu.

Adi menyebut, tumpukan sampah itu mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan bau tak sedap, keberadaan sampah yang meluber hingga ke badan jalan membuat akses kendaraan menjadi sempit.

Menurut dia, penyebab utama penumpukan sampah diduga karena keterlambatan pengangkutan oleh petugas. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, mobil pengangkut sampah tidak datang sama sekali atau hanya datang dalam jumlah terbatas.

"Memang tidak ada penampungan sampah lagi, tempat sampah lain tidak ada. Ini kan karena telat mobil yang angkut, kadang malah tidak datang, kadang datang satu mobil doang," jelasnya.

Adi menjelaskan, sampah yang menumpuk berasal dari sejumlah wilayah di sekitar lokasi, yakni RW 08 mulai RT 01 sampai RT 12.

Meski terdapat tempat pembuangan di wilayah lain, warga setempat tetap bergantung pada titik tersebut sehingga volume sampah terus meningkat.

Dia berharap, pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan tumpukan sampah dan mengembalikan sistem pengangkutan seperti semula agar kondisi tidak semakin parah.

"Pengennya dibersihkan kayak dulu. Mobil pengangkut datang lagi banyak jadi ga terlantar gini sampahnya," ucap Adi.

Warga lainnya, Jaka (33) menyebut, tumpukan sampah di pinggir jalan membuat dirinya harus lewat pinggir setiap melewati jalan tersebut.

"Liat aja sampah sampai ke jalan gini, bikin susah pengendara mau lewat. Setiap lewat sini harus minggir-minggir dulu," ujarnya.

Jaka berharap, adanya tindak lanjut cepat untuk mengatasi tumpukan sampah di Jakarta, khususnya yang mengganggu aktivitas warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.