72 Siswa Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur, BGN Diminta Dengarkan Kekhawatiran Anak dan Orang Tua

Rabu, 08 Apr 2026, 01:22 WIB

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.

"BGN wajib melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/4).

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengecek penanganan siswa yang terdampak keracunan makanan dalam program MBG di RSKD Duren Sawit. — Sumber: Dok Pemprov DKI

Pihaknya juga meminta BGN untuk memastikan seluruh pengobatan dan biaya medis anak-anak yang menjadi korban dijamin dan ditanggung sepenuhnya.

Selain itu, KPAI meminta BGN mengevaluasi total sistem tata kelola, rantai pasok, dan standar penyimpanan di setiap SPPG agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

"BGN harus mendengarkan suara dan kekhawatiran anak serta orang tua. Pemulihan program harus berawal dari pelibatan perspektif penerima manfaat," kata Jasra Putra.

Pascaterungkap kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sejumlah sekolah di Jakarta Timur pada Kamis (2/4), KPAI kemudian sidak ke SMUN 91 dan menjenguk anak-anak korban di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa.

Insiden ini membuat 72 korban siswa dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07 menjadi korban keracunan.

Saat ini, puluhan siswa tersebut tengah menjalani perawatan intensif di RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum. Ant

  • Kasus Keracunan Program MBG

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.