Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berkat Informasi Warga, Peredaran 1.880 Butir Obat Keras di Bogor Berhasil Digagalkan

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 15:49 WIB | Oleh:
Berkat Informasi Warga, Peredaran 1.880 Butir Obat Keras di Bogor Berhasil Digagalkan Doc: ANTARA/HO-Polres Bogor
Ket. Jajaran Polsek Klapanunggal yang dipimpin Iptu Asep Saifurrohman membongkar peredaran obat-obatan terlarang di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/4).

KABUPATEN BOGOR -- Kepolisian menggagalkan peredaran 1.880 butir obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan mengamankan satu orang pelaku berinisial MM (27).

Kapolsek Klapanunggal Iptu Asep Saifurrohman di Bogor, Selasa, menyebutkan pengungkapan kasus tersebut dilakukan jajaran Polsek Klapanunggal setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi obat terlarang di wilayah Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal.

Ia mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi yang dilaporkan warga.

“Berawal dari informasi masyarakat terkait adanya rencana transaksi obat keras, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di lokasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan pelaku diamankan sekitar pukul 14.30 WIB saat berada di Jalan Raya Kampung Walahir dengan menggunakan sepeda motor.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ratusan butir obat jenis tramadol dan trihexyphenidyl dari tangan pelaku.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku di wilayah Gunung Putri dan kembali menemukan ratusan butir obat keras yang disembunyikan di dalam kamar.

Dari hasil pengungkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan sebanyak 1.730 butir tramadol dan 150 butir trihexyphenidyl, serta uang tunai hasil penjualan sebesar Rp470.000.

Selain itu, petugas kepolisian juga menyita tiga unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Asep menegaskan pelaku dijerat dengan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Menurut dia, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh Satuan Narkoba Polres Bogor,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.