Siswa SMK IDN Bogor Jadi Numpang ke Sekolah Lain Imbas Perizinannya Dicabut KDM
📅 Selasa, 07 Apr 2026, 08:36 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
BANDUNG - Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Edy Purwanto menjelaskan para siswa di SMK IDN Bogor saat ini dipindahkan ke sekolah swasta lain, sambil menunggu perizinan lembaga tersebut rampung.
Pemindahan ke sekolah lain yang disepakati oleh pengelola SMK IDN tersebut, kata Edy, untuk memastikan siswa mendapatkan hak pendidikannya khususnya kelas 12, karena saat ini perizinan lembaga tersebut tengah dicabut karena ada beberapa syarat administrasi yang belum terpenuhi.
"Totalnya (siswa) saya enggak kurang tahu pasti ya. Karena tadi kita enggak mau membahas tentang cuma itu. Hanya saja antara kelas 12, kelas 11, kelas 10 seluruhnya sudah kita pindah sekarang. Sampai perizinannya keluar," kata Edy selepas audiensi dengan Komite SMK IDN di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin.
Bila perizinan SMK IDN Bogor kelar sebelum ujian akhir atau penerbitan ijazah dilakukan, kata Edy, maka siswa tersebut dinyatakan lulus sebagai siswa SMK IDN Boarding School.
Namun bila tidak, maka siswa tersebut dalam ijazahnya terdaftar di sekolah swasta lain yang menjadi tempat pindah sementara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ijazahnya pada SMK yang di hari ini," ucapnya.
Di lokasi yang sama, Analis Hukum Ahli Madya Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Barat Arief Nadjemudin menekankan pihaknya siap membantu mengakselerasi percepatan perizinan SMK IDN Bogor.
Tinggal, lanjut dia, bagaimana pengelola SMK IDN Boarding School tersebut bisa mempercepat pengajuan proses itu yang memiliki kekurangan dokumen persetujuan bangunan gedung (PBG).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi sebenarnya kita juga dengan pihak yayasan, IDN juga sudah bersepakat akan mempercepat, tadi juga disampaikan untuk pengurusan perizinan. Jadi, permasalahan itu saja. Jadi, kita juga siap memudahkan percepatan perizinan, karena hanya salah satu syarat saja yang PBG itu," kata Arief.
Komite sekolah SMK IDN Bogor, menyambangi DPRD Jabar, Senin ini, untuk mengadukan permasalahan pencabutan izin lembaga pendidikan itu oleh Pemprov Jabar yang mengancam kelangsungan pendidikan para siswa, khususnya kelas XII.
Sekretaris Komite Sekolah SMK IDN Bogor Sri Malahayati menjelaskan kedatangan mereka dengan orang tua siswa berdialog dengan Komisi V DPRD Jabar, adalah untuk memperjuangkan hak keberlanjutan pendidikan para siswa di lembaga pendidikan tersebut.
"Tujuan komite dan orang tua ke sini, tetap satu tujuan yang pertama untuk memperjuangkan kepastian hak pendidikan anak-anak terutama untuk kelas 12 yang saat ini sudah di ujung masa pendidikan, dan kedua, keberlanjutan kegiatan belajar mengajar untuk kelas 10 dan 11," kata Sri di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin.
Sebelum ke DPRD Jabar dan diterima Komisi V DPRD Jabar, para orang tua siswa juga mengadukan permasalahan pencabutan izin operasional SMK IDN ke posko pengaduan hukum Pemprov Jabar di Gedung Sate Bandung, awal Maret 2026.
Kedatangan para wali murid ini di posko bantuan hukum Jawa Barat tersebut, menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar yang membatalkan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran, tepat saat siswa kelas XII tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!