Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Besar Terhambat! Geothermal Indonesia Masih Mahal Dibanding Batu Bara

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Besar Terhambat! Geothermal Indonesia Masih Mahal Dibanding Batu Bara Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam kegiatan halal bihalal bersama media di Jakarta, Senin (6/4).

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan penyebab dari energi panas bumi (geothermal) belum dapat diaplikasikan secara efektif di Indonesia.

"Kenapa sampai saat ini belum berhasil (implementasi) geothermal adalah masalah harga listrik pada fossil fuel dari batu bara itu sekitar 7-8 cent per kilowatt hours (kWh), sementara geothermal itu masih sekitar 18 cent per kilowatt hours di Indonesia," kata Wamendiktisaintek di Jakarta, Senin (6/4).

Mahalnya harga listrik panas bumi ini, lanjut dia, juga menyebabkan banyak negara di dunia belum mengimplementasikan energi terbarukan ini. Sehingga, Indonesia bisa menjadi yang terdepan dalam hal ini, karena memiliki potensi yang besar.

Wamen Stella menuturkan sekitar 40 persen energi panas bumi dunia berada di Indonesia. Maka dari itu, berbagai riset aplikatif perlu dilakukan untuk memanfaatkan potensi energi panas bumi di Indonesia.

"Kita di Indonesia baru menggunakan 10 persen dari geothermal. Sehingga, kita harus sungguh-sungguh seperti apa yang saya katakan, bekerja sama dengan berbagai instansi untuk melihat kembali ekosistem geothermal di Indonesia," ujarnya menegaskan.

Stella menggarisbawahi energi panas bumi harus menjadi salah satu prioritas riset strategis tanah air, sebab selain bersih, energi panas bumi juga dinilai sebagai energi yang konsisten tanpa bergantung cuaca seperti energi panas matahari atau udara.

Diketahui, Pemerintah RI kini memosisikan riset energi sebagai pilar utama dalam Program Riset Strategis Nasional. Langkah ini diambil untuk mengejar target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen yang telah dicanangkan dalam kebijakan energi nasional.

Integrasi riset energi panas bumi ke dalam skala nasional juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia terhadap Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.