Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Serang Perkuat Intervensi PHBS di 60 Desa

25 Selasa, 07 Apr 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Pemkab Serang Perkuat Intervensi PHBS di 60 Desa Pemkab Serang Perkuat Intervensi PHBS di 60 Desa Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Selasa (7/4).

SERANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, memperkuat intervensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di 60 desa yang tercatat masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS).

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Selasa, menegaskan bahwa penuntasan masalah sanitasi di puluhan desa tersebut menjadi prioritas utama guna mengejar target zero BABS sebelum masa jabatannya berakhir.  

"Saat ini masih ada kurang lebih 60 desa yang masyarakatnya melakukan BABS. Tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah akan terus mengintervensi agar mereka menerapkan PHBS," ujar Zakiyah.

Bupati menjelaskan, meski kesadaran masyarakat untuk tidak BABS secara umum melonjak dari 20 persen menjadi 80 persen dalam dua tahun terakhir, sisa tantangan di 60 desa tersebut harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektoral.

Mengingat kondisi fiskal daerah yang terbatas pada tahun 2026, Pemkab Serang akan menggandeng sektor swasta melalui penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Dana tersebut akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur Mandi Cuci Kakus (MCK) dan jamban keluarga di rumah warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.

"Kami akan berkolaborasi dengan para pengusaha untuk intervensi membangun jamban yang belum ada. Ini upaya kita agar masyarakat tidak lagi buang air sembarangan," ungkapnya.

Hingga saat ini, baru 15 dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang yang telah mendapatkan penghargaan bebas BABS. Bupati meminta para camat, kepala desa, hingga tingkat RT/RW untuk lebih masif melakukan sosialisasi karena praktik BABS berdampak buruk pada kesehatan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, menambahkan bahwa meskipun membangun fasilitas sanitasi memerlukan biaya yang tidak sedikit, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

"Dulu hanya 20 persen masyarakat yang menerapkan PHBS, tahun ini naik jadi 80 persen. Ini luar biasa. Masyarakat sebenarnya bisa berubah dan berpikir lebih modern, tinggal bagaimana dukungan infrastruktur dari pemerintah dan swasta terus berjalan," kata Efrizal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.