Otorita Ajak Masyarakat Tinggalkan Jejak Hijau di IKN

Selasa, 07 Apr 2026, 03:27 WIB

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak masyarakat meninggalkan jejak hijau melalui aksi menanam pohon sambil berlibur di Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Masyarakat berlibur ke IKN dan menanam pohon di MHHT KIPP IKN,” ujar Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw ketika ditanya mengenai kegiatan wisata di kawasan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, kemarin.

Ket. Foto: Kegiatan penanaman pohon di MHHT KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur yang diadakan Otorita IKN. — Sumber: Antara

Program tersebut, kata dia, sebagai bagian dari layanan kunjungan pada periode libur panjang, pada 3-5 April 2026, bertepatan dengan libur Paskah.

Kegiatan ini dapat diikuti secara gratis dan pendaftaran dibuka melalui aplikasi IKNOW dengan kuota hingga 150 peserta setiap hari. “Masyarakat yang berkunjung sendiri atau bersama keluarga, kerabat, maupun rekan terdekat dapat meninggalkan jejak hijau di kawasan IKN,” jelasnya.

Otorita IKN, kata dia, menghadirkan pengalaman yang lebih dekat antara masyarakat dan IKN, serta mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan dan konsep pengembangan kawasan yang mengedepankan keberlanjutan. Sehingga masyarakat yang berkunjung tidak hanya melihat perkembangan IKN saja, kata dia, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung dalam proses yang sedang berlangsung.

“Aktivitas sederhana seperti menanam pohon menjadi bagian dari pengalaman yang menghubungkan kunjungan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.

Masyarakat yang telah terdaftar hadir di titik kumpul rest area paling lambat pukul 08.00 Wita, kemudian menggunakan bus diberangkatkan bersama-sama menuju lokasi kegiatan di MHHT KIPP IKN.

Peserta kegiatan penanaman pohon juga diingatkan mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan penanaman, termasuk menjaga kondisi fisik serta membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan. “Peserta harus menjaga kesehatan dan kebugaran, serta membawa topi, payung, dan botol minum pribadi sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik di kawasan IKN,” kata

Sementara itu,Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur memacu kemandirian kampung wisata dan sejumlah destinasi wisata agar dapat terkoneksi dengan IKN, seiring keberadaan IKN yang kini menjadi magnet kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Hal ini menjadi perhatian karena dalam beberapa tahun terakhir IKN menjadi magnet kunjungan dari berbagai daerah hingga negara lain, misalnya periode libur Idul Fitri 2026 saja dikunjungi 352.102 orang dengan kendaraan yang masuk mencapai 80.105 unit baik roda dua, roda empat, hingga bus.

“Untuk itu, perlu dilakukan penguatan wisata yang sudah ada, karena banyak destinasi wisata di daerah mitra maupun penyangga IKN seperti Kota Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan sejumlah penyangga lainnya,” ujar Deputi Kepala BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto di Samarinda.

Ia mencontohkan sejumlah paket wisata yang perlu penguatan, jika pengunjung dengan pintu kedatangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, maka banyak paket wisata yang bisa ditawarkan baik sebelum ke IKN maupun setelah dari IKN.

Paket wisata yang bisa dikemas itu antara lain Dana Cermin Lamaru – Kebun Raya – Belanja Pernak Pernik Khas di Kebun Sayur – Kampung Atas Air di Margasari – pantai (banyak pantai di Balikpapan). Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.