Musim Kemarau Bawa Berkah, Omzet Perajin Tirai Sawit di Lebak Melonjak 100 Persen
Senin, 03 Agu 2026, 02:05 WIBLebak - Peningkatan permintaan selama musim kemarau menaikkan omzet perajin krey atau tirai sawit di Kabupaten Lebak, Banten, hingga 100 persen.
â"Kita sekarang bisa menghasilkan omzet Rp60 juta dari sebelumnya Rp30 juta per pekan," kata Toto (55) seorang pengepul krey sawit di Lebak, Minggu (2/8).
âSelama ini, menurut dia, permintaan krey sawit meningkat dari sebelumnya 1.000 krey menjadi 2.000 krey per pekan. âHarga satuan krey di tingkat pedagang pengecer Rp30 ribu.
âPermintaan krey sawit, lanjutnya, kebanyakan datang dari Serang dan Cilegon hingga Jakarta. âPeningkatan permintaan, menurut dia, karena konsumen membutuhkan pelindung untuk menahan sinar matahari langsung ke arah bangunan.
â"Kami memasok krey ke pelanggan tetap yakni pedagang pengecer dengan sistem pembayaran kontan," kata Toto.
âTiman (45), pengepul krey sawit warga Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, mengaku selama ini, omzet pendapatan bisa mencapai Rp50 juta dari sebelumnya Rp25 juta per pekan.
âIa memasok tirai sawit ke pelanggan tetap di Depok, Bogor, Jakarta
â"Kami sangat terbantu adanya peningkatan permintaan pasar itu," katanya menjelaskan.
âSedangkan Rosad (55) perajin krey warga Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini memproduksi sekitar 6 krey per hari karena permintaan cenderung meningkat.
â"Kami memproduksi krey itu dijual ke pengepul Rp25 ribu per krey dan bisa menghasilkan Rp150 ribu per hari," katanya menjelaskan.
âSementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pemerintah daerah mendorong masyarakat yang lokasinya berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit dapat memproduksi aneka kerajinan, seperti krey dan sapu lidi.
âPermintaan krey dan sapu lidi relatif tinggi ke berbagai daerah di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
âSaat ini, ia mengatakan jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencapai lebih dari 172 ribu unit usaha, termasuk kerajinan krey dan sapu lidi.
âSelama ini, lanjutnya, usaha UMKM tumbuh dan berkembang khususnya warga yang berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit.
â"Kami mengapresiasi keberadaan UMKM kerajinan tirai sawit dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, sekaligus mengatasi kemiskinan dan pengangguran," katanya menjelaskan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penyusunan Haluan Pemajuan Kebudayaan yang Berkelanjutan di NTB
-
Bupati Lombok Timur Sebut Kehadiran Dokter Penentu Kemajuan SDM dan Kesehatan Masyarakat.
-
Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Ketahanan Energi saat Buka Muscab Hiswana Migas
-
Lima Kecamatan di Tangerang Mulai Terdampak Kekeringan
-
SMK Go Global Perlu Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda
-
DPR dan Pemerintah Tuntaskan Finalisasi Perpres Ojol
-
Perum Bulog Sumut Nyatakan Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Capai 89,36 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.