Korsel Catatkan Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah

Senin, 03 Agu 2026, 02:10 WIB

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (2/8) mencatatkan suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai lebih dari seabad yang lalu. Akibat terjadinya gelombang panas tersebut, pihak berwenang memperingatkan masyarakat untuk segera menghentikan semua aktivitas luar ruangan di daerah yang terdampak.

“Kota Yangsan di bagian tenggara Korsel mencatat suhu mencapai 42,5 derajat Celsius pada pukul 13.26 waktu setempat,” lapor Badan Meteorologi Korea (KMA) di situs webnya. "Segera pindah ke tempat yang sejuk, seperti pusat pendinginan yang telah ditentukan atau area yang teduh, dan tetap terhidrasi saat beristirahat," imbuh mereka. 

Ket. Foto: Seorang anak bermain di sebuah air mancur di Seoul, Korsel, pada Minggu (2/8) untuk mendinginkan badan. Sudah hampir sepekan Korsel dilanda gelombang panas dengan suhu diatas 30 derajat Celsius. — Sumber: AFP/GREG BAKER

Yangsan menjadi pusat gelombang panas yang sedang berlangsung, di mana suhu melebihi 40 derajat Celsius untuk hari kelima berturut-turut hingga Minggu, sementara banyak kota lain termasuk Daegu dan Busan mengalami kenaikan suhu hingga di atas 30 derajat Celsius. Akibatnya banyak warga dari kota-kota tersebut yang berbondong-bondong pergi ke pusat perbelanjaan atau kafe ber-AC untuk menghindari suhu yang sangat panas.

Sejauh ini ada lebih dari 20 wilayah berada di bawah peringatan gelombang panas darurat pada hari Minggu. Peringatan darurat dikeluarkan ketika daerah yang mengalami gelombang panas diperkirakan akan mencapai suhu mencapai 38 derajat Celsius.

Data KMA menunjukkan bahwa rata-rata jumlah hari gelombang panas tahunan di negara ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari dalam lima tahun terakhir, dari delapan hari pada tahun 1970-an.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi lebih sering dan intens sebagai akibat dari perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Selain cuaca ekstrem, tahun ini juga diperparah dengan kembalinya El Nino, sebuah fenomena iklim alami yang menghangatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali. SB/AFP/I-1

  • Seoul
  • blue house
  • korean won

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.