AS dan Jepang Bahu-membahu Ambil Tindakan Menjaga Yen

Senin, 03 Agu 2026, 01:00 WIB

TOKYO - Washington DC dan Tokyo bersama-sama melakukan intervensi untuk menopang yen Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun setelah mata uang tersebut jatuh ke level terlemahnya dalam beberapa dekade, demikian dilaporkan Financial Times.

Intervensi yang dilaporkan tersebut terjadi setelah yen merosot ke 163,24 per dollar bulan lalu, level terlemahnya sejak 1986, karena suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi, kenaikan harga minyak, dan arus keluar modal yang terus-menerus membebani mata uang tersebut.

Ket. Foto: Yen Jepang — Sumber: antara

Surat kabar tersebut melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa Bank Federal Reserve New York mengambil langkah yang tidak biasa dengan menjual euro untuk membeli yen atas nama Departemen Keuangan AS pada hari Jumat (31/7).

Menurut Financial Times, transaksi tersebut dilakukan melalui Goldman Sachs dan Morgan Stanley.

Langkah Washington ini terjadi ketika yen pulih tajam pekan lalu, yang memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang juga telah melakukan intervensi di pasar mata uang.

Mata uang tersebut diperdagangkan pada 160,53 yen terhadap dollar pada hari Jumat, setelah sempat naik hingga 158 yen sehari sebelumnya.

"Apakah Tokyo benar-benar terlibat masih belum jelas, tetapi pergerakan harga tersebut memiliki semua ciri khas yang sudah dikenal," tulis Stephen Innes dari SPI Asset Management dalam sebuah komentar.

Para analis yang dikutip oleh FT memperkirakan intervensi Jepang mungkin berjumlah sekitar 8,45 triliun yen.

Harian bisnis Nikkei memperkirakan jumlahnya antara 6 triliun dan 7 triliun yen.

Menurut FT, langkah tersebut akan menjadi upaya terkoordinasi pertama AS-Jepang untuk mendukung yen sejak tahun 1998.

Meskipun kenaikan harga minyak dan kekhawatiran atas utang merupakan alasan utama melemahnya yen, pendorong utamanya adalah kesenjangan yang lebar antara suku bunga di Jepang dan suku bunga di AS serta negara-negara ekonomi besar lainnya.

Dan dengan pasar yang semakin bertaruh bahwa Federal Reserve AS dapat menaikkan suku bunga lagi sebelum akhir tahun, perbedaan tersebut menjadi lebih nyata.

Kesenjangan ini telah mendorong investor untuk meminjam dengan murah dalam yen dan berinvestasi di aset lain di luar Jepang dengan imbal hasil yang lebih baik yang dikenal sebagai "carry trade" yang mengakibatkan arus keluar modal dan penurunan nilai yen.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.