- Home
-
- Megapolitan
-
- Harga Plastik dan Makanan ...
Harga Plastik dan Makanan Naik, Warga Diminta Tetap Tenang
Selasa, 07 Apr 2026, 01:45 WIBJAKARTA â Harga makanan dan plastik di Jakarta sudah mulai naik, namun begitu, warga diminta tidak panik, karena stok masih cukup. âTidak perlu panic buying karena stok semua kebutuhan utama masih cukup,â tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Senin (6/4).
Produk yang naik antara lain tahu dan tempe karena kedelai impor. Demikian juga plastik naik tajam karena bahan baku berasal dari BBM yang kini terganggu.
Pramono berjanji akan terus memantau pergerakan harga komoditas di pasar secara harian. Meskipun terjadi gejolak harga produk berbahan plastik, dia memastikan bahwa kondisi inflasi Jakarta secara keseluruhan masih berada dalam kategori terkendali dan stabil.
âInflasi Jakarta masih terjaga dengan baik,â jelas Pramono. Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat, kenaikan harga plastik mencapai 50 persen dari kondisi normal.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan menuturkan, kenaikan harga plastik terjadi bertahap sejak 28 Februari. Sebelum memasuki puasa harga plastik masih 10.000, namun dalam sepekan harga plastik naik 500 hingga 700. âSampai kini diperkirakan naik 50 persen,â jelas Reynaldi.
Tekanan biaya ini berpotensi diteruskan ke harga barang jika berlangsung lama. Pedagang mempertimbangkan menaikkan harga untuk menutup beban tambahan. Gangguan pasokan dipicu penutupan Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute utama bahan baku plastik.
âMemang bahan baku plastik berasal dari BBM. Ini sangat terpengarhu konflik Timur Tengah,â jelas Reynaldi. Selain itu, konflik tersebut juga berdampak pada bahan pangan impor seperti kedelai. Akhirnya, hal tersebut mengakibatkan harga tempe dan tahu meningkat.
Perbaikan Pasar
Masalah selanjutnya yang disinggung Pramono adalah terkait kondisi pasar. Dia menginstruksikan kepada Pasar Jaya agar menjaga pasar-pasar lebih bersih dan nyaman. Dia sudah minta Dirut Pasar Jaya agar semua pasar betul-betul lebih bersih dan lebih rapi. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih nyaman ke pasar.
Lebih lanjut, Pramono juga mengingatkan agar jangan sampai terjadi penumpukan sampah di pasar-pasar seperti di Kramat Jati. Dia menekankan agar persoalan ini cepat diselesaikan, sehingga pasar menjadi lebih bersih dan nyaman.
âSaya sudah minta kepada Dirut Pasar Jaya untuk segera membereskan kekumuhan pasar Kramat Jati,â ujar Pramono. Gubernur menyebut, saat ini Jakarta memiliki 153 pasar. Ke depannya, akan direvitalisasi agar masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman di pasar.
Kemarin Pramono telah meletakkan batu pertama di Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya. Nantinya, kedua pasar itu akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas sseperti tempat pembuangan sampah sementara.
Pasar-pasar di Jakarta harus dapat menjadi panutan atau role model untuk dicontoh daerah lain. Maka, dia menargetkan pembangunan Pasar Kramat Jaya rampung dalam waktu delapan bulan atau Januari 2027. Sedangkan Pasar Gardu Asem ditargetkan selesai 11 bulan ke depan atau Maret 2027. Kedua pasar ini terletak di Jakarta Utara.
Pasar Kramat Jaya merupakan pembangunan baru pasar di atas lahan 2.600 meter. Di sini juga akan dibangun beberapa kios. Selain itu, juga dibangun ruang sosial, ekonomi, dan budaya. Pramono juga mendorong agar transaksi jual beli di pasar bisa dilakukan secara digital.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan menjelaskan kedua pasar tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet umum, toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang genset, dan ruang laktasi. Juga akan ada area parkir mobil/motor, hidran, panel surya, dan CCTV
- Harga Pangan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Enam Negara Siap Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka
-
Sejumlah Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan di Pasar Senen Jakarta
-
Harga Cabai Sudah Mencapai Rp90.000
-
Harga Pangan Siang Ini, Cabai Rawit Merah Rp80.000/Kg, Telur Ayam Rp30.550/Kg
-
Warga Tetap Minati Transjabodetabek P11 pada H+2 Lebaran
-
Warga Panik karena Harga-harga Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.