Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Ketergantungan Pembiayaan Eksternal Belum Mereda

📅 Senin, 06 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Selama struktur pembiayaan kita masih sangat bergantung pada dollar AS, maka risiko itu akan terus berulang. Ini bukan soal angka utang semata, tetapi soal struktur ekonomi kita,” ujar Iyuk.

Dalam jangka panjang, Indonesia tegas Iyuk harus memperkuat kemandirian ekonomi dengan mengurangi eksposur terhadap dolar, salah satunya melalui pendalaman pasar keuangan domestik. Instrumen pembiayaan dalam rupiah perlu diperluas agar pemerintah maupun sektor swasta tidak terus bergantung pada pinjaman luar negeri.

Selain itu, Iyuk menilai penguatan sektor riil menjadi kunci utama. Peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi, khususnya melalui hilirisasi industri, akan memperbesar pasokan devisa dan memperkuat posisi rupiah terhadap tekanan eksternal.

“Kalau kita punya basis ekspor yang kuat dan berorientasi nilai tambah, maka ketergantungan terhadap dolar akan berkurang secara alami,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk mempercepat diversifikasi mitra dagang dan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Langkah tersebut dapat mengurangi dominasi dollar dalam sistem perdagangan Indonesia.

Dengan kombinasi penguatan sektor keuangan domestik dan transformasi ekonomi berbasis produksi, Iyuk menegaskan Indonesia dapat secara bertahap keluar dari jebakan kerentanan terhadap fluktuasi dollar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

24 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...
Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.