Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabut Asap Tebal Masih Selimuti Chiang Mai

📅 Senin, 06 Apr 2026, 02:20 WIB | Oleh:
Kabut Asap Tebal Masih Selimuti Chiang Mai Doc: AFP/ANTHONY WALLACE
Ket. Sebuah pesawat terbang hendak mendarat di bandara Kota Chiang Mai yang diselimuti asap tebal pada Kamis (2/4) lalu. Hingga Minggu (5/4), polusi asap tebal masih melanda kota destinasi wisata di Thailand utara itu.

CHIANG MAI - Polusi udara yang pekat dilaporkan masih terjadi di wilayah utara Thailand terutama di kota destinasi wisata Chiang Mai. Polusi udara berupa kabut asap tebal ini berasal dari pembakaran lahan pertanian musiman, kebakaran hutan, dan pola cuaca menghasilkan musim polusi tahunan di sebagian besar wilayah Asia tenggara.

“Pada Minggu (5/4) Chiang Mai, kota terbesar kedua di Thailand, menduduki peringkat teratas dalam daftar kota-kota besar paling tercemar di situs web pemantau IQAir,” lapor kantor berita AFP. “Situasinya bahkan lebih buruk di sebelah barat, di Pai, yang merupakan destinasi para backpacker yang dikenal dengan hijaunya alam dan pegunungannya,” imbuh kantor berita itu.

Beberapa monitor di sana mencatat tingkat PM2.5 - partikel yang cukup kecil untuk masuk ke aliran darah dan dikaitkan dengan penyakit seperti kanker - lebih dari 900 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut 60 kali lebih tinggi daripada rata-rata paparan 24 jam yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Kondisi geografis pegunungan di daerah tersebut membuatnya dua kali lebih rentan karena  asap mudah terperangkap dan lereng bukit yang berhutan sulit diakses ketika kebakaran terjadi.

Jurnalis AFP bahkan menyaksikan beberapa titik api berkobar di lereng bukit dan di sepanjang jalan antara Pai dan Chiang Mai, menerangi sebagian wilayah pedesaan yang tadinya gelap gulita.

Pemerintah Thailand sendiri telah mengadakan pembicaraan pekan lalu mengenai kabut asap, dan beberapa distrik di Chiang Mai telah mengeluarkan deklarasi bencana untuk membantu mempercepat bantuan keuangan. Namun para aktivis udara bersih mengatakan bahwa lebih banyak tindakan diperlukan dan mendesak pemerintah untuk segera bertindak dalam pembuatan undang-undang udara bersih yang terhenti tahun lalu karena pembubaran parlemen. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.