Membelah Sungai Musi, Detik-detik Ambulans Apung Polda Sumsel Selamatkan Nyawa Nelayan Banyuasin
📅 Minggu, 05 Apr 2026, 19:42 WIB | Oleh: AlfredPALEMBANG - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan melakukan aksi evakuasi medis darurat terhadap seorang nelayan asal Desa Upang Induk, Kabupaten Banyuasin, yang mengalami sakit perut hebat, Sabtu (4/4).
Mengingat kondisi geografis yang sulit dijangkau transportasi darat, petugas mengerahkan unit ambulans apung untuk membelah arus Sungai Musi demi membawa pasien ke rumah sakit rujukan di Kota Palembang.
"Evakuasi dilakukan menggunakan ambulans apung karena kondisi korban tidak memungkinkan ditangani di fasilitas kesehatan setempat," kata Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Sony Heru Agung Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Minggu.
Peristiwa bermula dari laporan darurat tenaga kesehatan desa sekitar pukul 12.00 WIB. Bidan setempat melaporkan pasien membutuhkan penanganan medis intensif di rumah sakit rujukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Ditpolairud segera menuju lokasi, mengevakuasi pasien menggunakan tandu, kemudian membawanya ke speedboat ambulans apung yang dilengkapi fasilitas medis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim selanjutnya menempuh jalur Sungai Musi menuju Kota Palembang. Proses evakuasi berlangsung cepat, aman, dan lancar hingga pasien tiba di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Personel kami selalu siaga. Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata Sony.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan ambulans apung merupakan bentuk pelayanan humanis Polri bagi masyarakat pesisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ambulans apung menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. Ini bukti kehadiran Polri untuk melayani masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan Polda Sumsel akan terus mengembangkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk melalui program lanjutan seperti klinik terapung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 21:00 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:00 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:00 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!