- Home
-
- Luar Negeri
-
- Donald Trump Ancam Tarik A...
Donald Trump Ancam Tarik AS dari NATO, Sebut Sekutu Eropa Hanya 'Macan Kertas'
Rabu, 01 Apr 2026, 19:30 WIBJAKARTA - Dalam pernyataan mengejutkan yang dapat memengaruhi peta keamanan global, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia secara serius mempertimbangkan untuk menarik AS dari NATO. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Inggris The Daily Telegraph, yang diterbitkan Rabu (1/4).
Pernyataan Trump muncul setelah penolakan beberapa negara sekutu Eropa untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran. Presiden AS kembali menyebut NATO sebagai "macan kertas" dan menegaskan bahwa gagasan penarikan AS kini menjadi pertimbangan nyata.
"Saya tidak pernah menjadi penggemar NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas, dan Putin pun tahu itu dengan sangat baik," ujar Trump.
Trump menilai kredibilitas dan efektivitas aliansi tersebut patut diragukan karena sekutu dinilai memanfaatkan perlindungan AS tanpa memberikan imbalan selama krisis besar.
Selain Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menekankan perlunya evaluasi aliansi.
"Kita perlu memeriksa apakah NATO masih memenuhi misinya, atau apakah aliansi ini telah menjadi jalan satu arah di mana Amerika Serikat hanya membantu Eropa, tetapi ketika kita membutuhkan bantuan sekutu, mereka menolak hak kita untuk menggunakan pangkalan dan wilayah udara," kata Rubio pada Rabu pagi.
Rubio memperingatkan bahwa jika sekutu terus membatasi akses Washington untuk pertahanan, NATO akan kehilangan relevansinya bagi AS. Pernyataan ini menyoroti ketegangan diplomatik antara Washington dan negara-negara anggota NATO.
Keretakan ini terjadi setelah beberapa anggota NATO, termasuk Spanyol dan Italia, melarang pesawat militer AS menggunakan pangkalan udara mereka atau melintasi wilayah udara mereka untuk menyerang target di Iran. Negara-negara tersebut menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya de-eskalasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Trump menilai penolakan sekutu sebagai "pengkhianatan" di saat AS menghadapi ancaman langsung di Timur Tengah dan berupaya membuka kembali Selat Hormuz. Presiden menegaskan, situasi ini bisa menjadi alasan bagi Washington untuk mengakhiri kemitraan pertahanan yang telah berlangsung puluhan tahun, yang sekaligus menimbulkan ketidakpastian bagi masa depan keamanan Eropa.
Keputusan untuk mempertimbangkan penarikan AS dari NATO dipandang sebagai salah satu langkah paling radikal sejak berdirinya aliansi. Pakar hubungan internasional menilai pernyataan Trump bisa memicu gelombang diskusi di Kongres AS dan meningkatkan ketegangan diplomatik dengan sekutu Eropa.
Pernyataan Trump juga memicu respons di kalangan militer dan diplomat AS, yang menekankan pentingnya menjaga NATO sebagai pilar keamanan global. Namun, Presiden menegaskan bahwa setiap langkah akan ditentukan berdasarkan kepentingan nasional Amerika Serikat.
- eropa
- Donald Trump
- NATO
- Keamanan Global
- Penutupan Selat Hormuz
- Konflik AS-Iran
- Diplomasi Militer
- selat hormuz
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Semester I 2026: MDLA Cetak Laba Rp226 Miliar, Tumbuh Double Digit!
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
-
Pemkab Sumedang Integrasikan Data untuk Perkuat Penyaluran Bansos
-
Iran Usulkan Rencana untuk Membuka Kembali Selat Hormuz dalam 7 Hari
-
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Greenland, AS Dapat Hak Permanen Atas Keamanan Pulau
-
Luar Biasa, Tundukkan Pegula, Sabalenka 4 Kali Berturut-turut Capai Final US Open
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.