Mayoritas Fans Minta VAR Dihapus, Premier League Didesak Evaluasi Total

Selasa, 31 Mar 2026, 01:00 WIB

LONDON — Gelombang penolakan terhadap teknologi Video Assistant Referee (VAR) kian menguat di Premier League. Lebih dari tiga perempat suporter menginginkan sistem tersebut dihapus, berdasarkan survei terbaru yang dirilis Football Supporters' Association (FSA).

Survei yang melibatkan hampir 8.000 responden, dengan lebih dari separuh di antaranya rutin menghadiri lebih dari 15 laga kandang per musim, menggambarkan menurunnya kepercayaan publik terhadap VAR, meski pihak liga bersikukuh teknologi itu meningkatkan akurasi keputusan wasit.

Ket. Foto: Ilustrasi VAR. — Sumber: AFP

Sebanyak 76 persen responden menyatakan tidak mendukung penggunaan VAR. Bahkan lebih dari 70 persen menilai teknologi tersebut gagal meningkatkan ketepatan keputusan perwasitan secara keseluruhan.

Lebih mencolok lagi, 97 persen suporter sepakat bahwa VAR telah mengurangi kenikmatan menonton sepak bola. Sementara itu, lebih dari 90 persen menyatakan pengalaman menonton langsung di stadion justru memburuk sejak penerapan teknologi tersebut.

“Mayoritas penggemar ingin VAR dihapus,” ujar Thomas Concannon, manajer jaringan Premier League di FSA. “Mereka frustrasi dengan lamanya waktu pengambilan keputusan, meragukan akurasinya, dan terganggu oleh hilangnya spontanitas.”

Menurutnya, VAR telah mengikis esensi sepak bola sebagai hiburan yang penuh momen emosional. “Teknologi ini menjauhkan sepak bola dari makna sebenarnya dan momen-momen spesial yang seharusnya terjadi secara alami,” tambahnya.

Diperkenalkan pertama kali di Premier League tujuh tahun lalu, VAR kerap dikritik karena lebih mengakomodasi penonton televisi dibandingkan fans di stadion. Penonton di lapangan sering kali tidak mendapat penjelasan memadai terkait keputusan yang memicu jeda panjang dalam pertandingan.

Namun menariknya, survei juga menunjukkan 94 persen responden tidak sepakat bahwa VAR membuat pengalaman menonton di televisi menjadi lebih baik.

Menanggapi hasil tersebut, pihak Premier League menyatakan bahwa riset internal mereka justru menunjukkan sebagian besar penggemar masih mendukung keberadaan VAR, meski menginginkan perbaikan dalam implementasinya.

Kendati tekanan meningkat, perubahan dalam waktu dekat tampaknya kecil kemungkinan terjadi. Pada 2024, sebanyak 19 dari 20 klub Premier League memilih mempertahankan VAR, dengan hanya Wolverhampton Wanderers yang menolak dan bahkan mengajukan pemungutan suara.

Untuk menghapus VAR, dibutuhkan dukungan minimal 14 klub dari total 20 peserta liga terhadap proposal resmi penghapusan.

Alih-alih dikurangi, penggunaan VAR justru akan diperluas pada Piala Dunia FIFA mendatang. Teknologi ini akan mencakup peninjauan keputusan sepak pojok dan kartu kuning kedua—melengkapi kewenangan sebelumnya yang terbatas pada gol, penalti, kartu merah langsung, dan kasus salah identitas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.