Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Fokus Awasi Tiga Sektor Rawan Korupsi di Jawa Tengah

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPK Fokus Awasi Tiga Sektor Rawan Korupsi di Jawa Tengah Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) disaksikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto (kiri) berbicara dalam acara dialog antikorupsi antara KPK dengan Pemprov Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini berfokus mengawasi tiga sektor rawan korupsi pada lingkungan pemerintah daerah di Jawa Tengah, termasuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Ely Kusumastuti menjelaskan tiga sektor tersebut adalah perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta praktik jual beli jabatan.

“Jika dulu kami berfokus pada bahasan administratif dan monitoring evaluasi, maka kali ini dilakukan dengan pendalaman substansi,” kata Ely dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, dia menjelaskan langkah KPK tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi yang lebih tajam dengan memastikan setiap kebijakan dan program pemda tidak hanya patuh secara prosedural, tetapi juga bebas dari konflik kepentingan dan penyimpangan.

Sementara itu, dia mengatakan KPK mengingatkan kepala daerah provinsi maupun kabupaten/kota di Jateng agar penggunaan anggaran negara benar-benar berorientasi pada kepentingan publik, bukan kepentingan politik atau pribadi.

“Jangan sampai kita menggunakan anggaran negara untuk kepentingan politik atau pribadi,” katanya.

Sebelumnya, pada 30 Maret 2026, Pemerintah Provinsi Jateng menghadirkan pimpinan KPK untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para kepala daerah maupun DPRD di wilayah itu agar tidak melakukan praktik korupsi.

Pembekalan dilakukan setelah KPK melakukan tiga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah di Jateng. Mereka adalah Sudewo selaku Bupati Pati, Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan, dan Syamsul Auliya Rachman selaku Bupati Cilacap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.