Anthrobots, Masa Depan Kedokteran Tanpa Obat Kimia Dosis Tinggi
📅 Selasa, 31 Mar 2026, 07:12 WIB | Oleh: Haryo BronoItu adalah langkah pertama yang baik, tetapi sistem kekebalan tubuh manusia akan menolak biorobot berbasis amfibi semacam itu. Jadi, dalam penelitian baru ini, mahasiswa pascasarjana Levin, Gizem Gumuskaya, memulai dengan sel-sel yang melapisi trakea manusia dewasa. Sel-sel ini juga memiliki silia, dan para peneliti berharap untuk memanfaatkan pelengkap tersebut sebagai dayung kecil untuk memberi daya dan menggerakkan organoid.
Gumuskaya menempatkan sel-sel trakea individual dalam perancah 3D, yang terbuat dari jaringan tikus, yang menyerupai lingkungan di trakea manusia. Setelah 2 minggu, sel-sel tersebut berkembang biak dan membentuk bola-bola kecil, tetapi silia mereka berada di dalam bola-bola ini dan karenanya tidak berguna untuk pergerakan. Jadi para peneliti merendam sel-sel tersebut dalam bak khusus, yang sifat cairnya mendorong mereka untuk mengeluarkan silia mereka.
Organoid yang dihasilkan berbeda dalam ukuran dan bentuk, meskipun memiliki DNA yang sama. Mereka dapat berbentuk bulat atau lonjong dan terdiri dari antara 100 hingga 1000 sel. (Yang terbesar berukuran sekitar sebesar biji poppy.) hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!