Hemat BBM dan Anggaran: DPRD Jawa Barat Restui Skema WFH bagi 33.000 ASN
Senin, 30 Mar 2026, 19:10 WIBBANDUNG -Â Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memberikan dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk efisiensi birokrasi guna menekan konsumsi BBM serta menjaga kesehatan fiskal daerah di tengah ancaman krisis energi global.Â
Meski memberikan fleksibilitas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas dengan pengawasan digital yang ketat, sekaligus memproyeksikan kebijakan ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan dan polusi udara di wilayah aglomerasi Bandung Raya.
"Kebijakan WFH ini harus didukung sebagai bagian dari efisiensi birokrasi. Di tengah ancaman krisis energi global, setiap penghematan BBM dari mobilitas ASN sangat berarti," ujar Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan dalam keterangan di Bandung, Sabtu.
Menurutnya, dengan populasi ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mencapai lebih dari 33.000 orang, penerapan kerja jarak jauh ini berpotensi memangkas drastis biaya operasional kantor, mulai dari penggunaan listrik, air, hingga anggaran transportasi.
Meski demikian, Iwan mewanti-wanti agar performa pelayanan publik tidak menurun dengan memperketat pengawasan digital melalui sistem GPS dan absensi daring.
"WFH bukan berarti libur, tetapi memindahkan ruang kerja dengan orientasi pada hasil. Disiplin harus tetap dijaga," katanya.
Senada dengan legislatif, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya, mengungkapkan bahwa skema WFH yang diterapkan secara bergiliran ini bertujuan menjaga kesehatan fiskal daerah.
ASN tetap diwajibkan ke kantor pada awal pekan untuk koordinasi, sementara hari selebihnya dilakukan secara jarak jauh di bawah pengawasan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Dengan skema ini, kita bisa menekan anggaran operasional seperti listrik, air, hingga telekomunikasi di perkantoran. Ini bentuk efisiensi yang nyata," kata Dedi.
Selain aspek ekonomi, kebijakan ini diyakini menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan kronis dan menekan polusi udara, khususnya di wilayah aglomerasi Bandung Raya.
Di tingkat pusat, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kebijakan WFH minimal satu hari dalam sepekan telah menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan konsumsi energi nasional.
"Ini bukan hal baru. Saat pandemi COVID-19, layanan tetap berjalan meski WFO (kerja dari kantor) dibatasi. Sekarang tinggal diperkuat dan dilaporkan ke Presiden untuk kebijakan nasional," ujar Tito.
- work from home
- dedi mulyadi
- wfh asn jabar
- dprd jawa barat
- efisiensi bbm
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
ASN WFH: DPR Minta Pemerintah Hitung Potensi Penghematan BBM
-
Pemerintah Perkuat Penerbangan Domestik
-
Simulasi Biaya Mobil Listrik Ini Lebih Hemat 9 Kali dari Bensin
-
Final Four Proliga 2026: Jakarta Electric PLN Rebut Tiket Terakhir setelah Taklukkan Jakarta Livin Mandiri
-
Momen Fotogenik Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Didapat Masyarakat di Wilayah NTB
-
Efisiensi BBM, TNI AL Gunakan Drone dan KSOT untuk Patroli Laut
-
BPBD: Banjir di Demak Meluas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.