Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biar Nggak Boncos di Saat Harga Minyak Mahal, UKM Mulai Beralih ke Kompor Listrik

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Meski perangkat ini memiliki daya sekitar 1.300 watt, penggunaan alat masak yang tepat justru mempercepat proses pematangan sehingga konsumsi daya tetap terkendali secara efektif.

Menurut dia, dengan segala kemudahan dan penghematan biaya jangka panjangnya, transisi ke perangkat memasak elektrik kini dipandang bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

"Kompor listrik kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk tetap hemat di tengah tantangan energi dunia," kata Hevy.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat agar lebih menghemat pasokan gas dengan cara yang paling sederhana.

Menurut dia, cara tersebut adalah dengan tidak boros menggunakan LPG, maka, ketika masakan sudah matang sebaiknya langsung mematikan penggunaan gas tersebut.

Dalam konferensi pers di Colomadu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Kamis (26/3). Bahlil pun menyebutkan bahwa kompor listrik bisa menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah isu melonjaknya harga minyak global.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyatakan siap mendukung upaya pemerintah mempercepat proses elektrifikasi, baik di sektor transportasi, industri, serta memasak menggunakan kompor listrik.

Dia menyatakan transisi dari kompor yang memasak menggunakan LPG menjadi kompor listrik membutuhkan biaya yang lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya yang digelontorkan untuk subsidi impor LPG.

“Kami sudah hitung, masih akan lebih murah (transisi ke kompor listrik) daripada mengimpor LPG," ujar Eddy kepada ANTARA ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (23/3).

Menurut dia, biaya yang dihitung untuk transisi ke kompor listrik meliputi pemberian kompor listrik, dua wajan penggorengan, serta pemasangan sambungan listrik terpisah secara gratis.

Berdasarkan perhitungan tersebut, tambahnya, biaya yang dibutuhkan lebih ringan apabila dibandingkan dengan beban subsidi untuk menekan harga LPG.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Pemilik Kost (Wa.083867661061)
Pemilik Kost (Wa.083867661061)
28 Mar 2026, 11:15 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.