Andalkan Solidaritas Tim, Jerman Bidik Kebangkitan di Piala Dunia

Jumat, 27 Mar 2026, 08:15 WIB

BERLIN, JERMAN — Pelatih Julian Nagelsmann menegaskan bahwa kekuatan kolektif akan menjadi kunci utama bagi Tim nasional sepak bola Jerman dalam upaya mengakhiri tren buruk mereka di Piala Dunia tahun ini.

Selama puluhan tahun, Jerman dikenal sebagai “Tourniermannschaft”, tim yang selalu tampil perkasa di turnamen besar, terlepas dari performa atau kualitas individu. Namun reputasi itu mulai memudar setelah kegagalan tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022.

Ket. Foto: Ilustrasi latihan timnas Jerman. — Sumber: AFP

Kini, di tengah persaingan dengan skuad bertabur bintang seperti Tim nasional sepak bola Inggris, Tim nasional sepak bola Spanyol, dan Tim nasional sepak bola Prancis, Nagelsmann menyadari bahwa timnya tidak bisa hanya mengandalkan kualitas individu.

“Jika Anda memiliki skuad terbaik di dunia, Anda bisa langsung memainkan gaya Anda,” ujar Nagelsmann. “Kami punya tim yang sangat bagus, tetapi bukan yang terbaik. Karena itu, kami membutuhkan fleksibilitas agar bisa memaksimalkan potensi yang ada.”

Sebagai bagian dari persiapan, Jerman akan melakoni dua laga uji coba melawan Tim nasional sepak bola Swiss di Basel dan Tim nasional sepak bola Ghana di Stuttgart pekan ini.

Menariknya, skuad terbaru Jerman diwarnai dominasi pemain FC Bayern Munich, dengan tujuh pemain dipanggil, jumlah terbanyak dalam era Nagelsmann. Gelandang kreatif Jamal Musiala sejatinya berpotensi menjadi pemain kedelapan, namun masih dalam tahap pemulihan cedera.

Sejak mengambil alih pada tahun 2023, Nagelsmann konsisten memilih pemain berdasarkan performa, bukan reputasi. Ia menekankan pentingnya membangun tim solid yang dipenuhi pemain pekerja keras, bukan sekadar kumpulan bintang.

Kapten tim, Joshua Kimmich, menilai kehadiran banyak pemain Bayern memberi keuntungan tersendiri.

“Ini membantu tim nasional karena kami sudah seperti mesin yang bekerja dengan sempurna. Kami berlatih bersama setiap hari dan memiliki pemahaman otomatis satu sama lain,” ujarnya.

Selain tulang punggung Bayern, lini serang Jerman diperkuat trio kreatif yang berkarier di Inggris: Kai Havertz, Florian Wirtz, dan Nick Woltemade. Mereka juga didukung penyerang tajam VfB Stuttgart, Deniz Undav, yang tengah produktif di Bundesliga.

Havertz, yang kerap dimainkan di berbagai posisi oleh Nagelsmann, menjadi simbol fleksibilitas yang diinginkan sang pelatih.

“Saya merasa nyaman di semua posisi menyerang. Saya pemain yang serba bisa dan siap bermain di mana pun dibutuhkan,” kata Havertz.

Lebih dari sekadar taktik dan kualitas individu, suasana tim menjadi fokus utama Jerman. Havertz menegaskan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama kesuksesan.

“Semangat tim adalah elemen terpenting. Tidak ada tim yang bisa berjalan tanpa kekompakan,” ujarnya. “Kami berada di jalur yang tepat.”

Dengan kombinasi pemain yang semakin padu dan pendekatan kolektif yang ditekankan Nagelsmann, Jerman berharap bisa kembali menemukan identitasnya sebagai kekuatan besar di turnamen internasional.

“Hal itu sangat penting di Piala Dunia,” tambah Havertz. “Saya sangat yakin turnamen nanti akan menjadi sukses bagi kami.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.