HIPMI Dorong Gerakan Hemat Energi untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Mar 2026, 14:00 WIB

JAKARTA - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong gerakan nasional hemat energi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan krisis energi global yang kian meningkat.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Anggawira dalam keterangan di Jakarta, Kamis (26/3) menyampaikan, gerakan tersebut sebagai langkah strategis untuk meredam dampak lonjakan harga energi dunia terhadap perekonomian domestik, termasuk potensi peningkatan subsidi energi, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta risiko kenaikan inflasi.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Anggawira — Sumber: antara foto

Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut langkah cepat tidak hanya dari sisi pasokan, tetapi juga dari pengelolaan konsumsi energi nasional.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sisi suplai. Dalam situasi krisis seperti ini, pengelolaan konsumsi energi menjadi kunci. HIPMI mendorong agar gerakan nasional hemat energi segera dijalankan secara terstruktur, masif, dan terukur,” ujar Anggawira.

HIPMI menilai, dengan harga minyak dunia yang berpotensi melampaui asumsi APBN serta tekanan nilai tukar yang berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS, pengendalian konsumsi energi menjadi langkah mendesak guna menjaga keseimbangan fiskal dan daya beli masyarakat.

Menurut dia, selama ini kampanye hemat energi dinilai masih bersifat sporadis dan belum terintegrasi secara nasional. Oleh karena itu, HIPMI mendorong transformasi dari sekadar imbauan menjadi gerakan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas.

Gerakan hemat energi diharapkan mencakup kampanye publik secara masif untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi energi, pengaturan penggunaan energi di sektor industri, gedung perkantoran, transportasi, serta penerapan standar efisiensi energi secara bertahap.

Selain itu, pihaknya juga memandang pemanfaatan teknologi digital untuk memantau konsumsi energi secara real-time dan integrasi kebijakan energi dengan sektor industri, serta transportasi juga dinilai penting untuk memastikan efektivitas program.

“Setiap penghematan energi akan berdampak langsung pada pengurangan beban negara dan menjaga stabilitas ekonomi. Ini adalah langkah cepat yang bisa kita lakukan tanpa menunggu investasi besar di sektor energi,” katanya.

HIPMI juga menegaskan kesiapan dunia usaha untuk menjadi motor penggerak dalam implementasi gerakan tersebut. Langkah yang disiapkan meliputi efisiensi penggunaan energi dalam operasional bisnis, investasi pada teknologi hemat energi dan ramah lingkungan, hingga pelaksanaan audit energi secara berkala.

Selain itu, efisiensi energi juga akan diintegrasikan ke dalam strategi bisnis jangka panjang sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing di tengah tekanan global.

“Efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing usaha di tengah tekanan global,” tambahnya.

Agar implementasi berjalan efektif, HIPMI mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan kebijakan konkret, seperti pemberian insentif fiskal dan pembiayaan bagi pelaku usaha yang melakukan efisiensi energi, penyusunan roadmap nasional penghematan energi lintas sektor, serta penguatan regulasi dan standar efisiensi energi nasional.

Selain itu, digitalisasi sistem energi nasional juga dinilai penting untuk meningkatkan transparansi konsumsi energi, sekaligus memastikan keterlibatan aktif sektor swasta dalam pelaksanaan program.

HIPMI menekankan bahwa krisis energi global harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional melalui efisiensi serta transformasi sistem energi.

“Hemat energi hari ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi merupakan investasi strategis untuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan mandiri,” kata Anggawira.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Presiden Prabowo Subianto kepada beberapa menterinya menginstruksikan efisiensi energi menyasar kepada sektor-sektor yang spesifik sehingga kebijakan hemat energi itu berjalan tepat sasaran.

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (19/3), Presiden Prabowo menerima laporan dari beberapa menteri mengenai antisipasi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di tengah ancaman krisis minyak imbas perang di negara-negara Teluk, Timur Tengah.

"Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai antisipasi atas dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global," kata Teddy di Jakarta, Kamis (19/3).

"Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri," sambung Teddy.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.