Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota DPR Dukung Mendikdasmen Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Penting untuk Akademik Siswa

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Anggota DPR Dukung Mendikdasmen Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Penting untuk Akademik Siswa Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMA Negeri 87, Jakarta, Jumat (8/4).

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mendukung langkah pemerintah mempertahankan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, dibandingkan dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menghemat energi di tengah dinamika global.

Menurut Reni, hingga saat ini model pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling optimal dalam mendukung proses belajar mengajar karena interaksi langsung antara guru dan siswa berperan penting dalam pembentukan karakter, pemahaman materi, serta perkembangan sosial peserta didik.

“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” kata dia di Jakarta, Kamis (26/3).

Dia mengatakan hal tersebut sebagai respons terhadap pemberitaan yang berkembang terkait dengan kebijakan sekolah daring yang sempat digulirkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan  setiap keputusan yang diambil pemerintah harus melalui proses kajian yang komprehensif, berbasis data, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi peserta didik.

“Dalam membuat kebijakan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni.

Oleh karena itu, ia mendukung pembatalan wacana pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada Rabu (25/3).

Ia mengingatkan bahwa inovasi dalam pendidikan tetap diperlukan, namun harus diimplementasikan secara terukur dan tidak mengorbankan kualitas pembelajaran.

Ia mendorong pemerintah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tenaga pendidik, orang tua, dan pakar pendidikan dalam setiap perumusan kebijakan.

Ia berharap, setiap kebijakan pendidikan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik peserta didik serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah setelah rangkaian libur Idul Fitri.

Ia mengatakan wacana penerapan kegiatan belajar mengajar secara hibrida (daring dan luring) dibatalkan karena mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid.

"Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

28 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.