- Home
-
- Megapolitan
-
- Taman Bendera Pusaka: Anta...
Taman Bendera Pusaka: Antara Keindahan Arsitektur dan Tantangan Budaya Membuang Sampah
Selasa, 24 Mar 2026, 09:20 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons laporan masyarakat terkait kondisi kebersihan di kawasan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, yang belum lama dibuka untuk umum. Di sejumlah titik, masih ditemukan sampah berserakan meski fasilitas tempat sampah telah tersedia di area taman.
Melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), pemerintah menegaskan bahwa kebersihan ruang publik tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna fasilitas tersebut. Partisipasi aktif pengunjung dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas lingkungan taman.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan. Ia menyebut penyediaan sarana sudah dilakukan, namun disiplin pengunjung tetap menjadi penentu utama.
"Pemerintah terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Namun, keberhasilan menjaga kebersihan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya," ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Distamhut telah menempatkan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) di sejumlah titik strategis di area taman. Petugas tersebut secara aktif mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan selama berada di lokasi.
Selain pengawasan langsung, upaya edukasi juga dilakukan melalui pemasangan papan informasi atau map board di berbagai titik. Papan tersebut berisi aturan serta imbauan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk menambah fasilitas kebersihan. Penambahan ini mencakup sepuluh unit tempat sampah pilah tiga jenis, lima unit tong berkapasitas 600 liter, serta enam unit tong troli berkapasitas 200 liter.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi penumpukan sampah, terutama saat jumlah pengunjung meningkat pada akhir pekan atau hari libur. Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai dapat mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam membuang sampah.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan tidak bisa hanya bergantung pada penyediaan fasilitas dan petugas lapangan. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan ruang publik yang bersih dan nyaman.
Edukasi sejak dini juga dianggap sebagai langkah strategis untuk membentuk kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan perilaku menjaga lingkungan dapat menjadi budaya yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kebersihan Taman Bendera Pusaka diharapkan dapat terus terjaga. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan ruang terbuka publik yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh warga.
- Ruang Publik
- Darurat Sampah
- Pemprov DKI Jakarta
- kebersihan lingkungan
- Taman 24 Jam
- Taman Bendera Pusaka
- Distamhut DKI Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Alat Berat akan Dikerahkan untuk Membersihkan Sampah di Muara Angke
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Akhiri TPA Open Dumping, Tuntaskan Kedaruratan Sampah
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.