Libur Lebaran 2026, TWC Siapkan Cara Baru Bikin Borobudur Makin Ramai

Senin, 23 Mar 2026, 22:30 WIB

MAGELANG – Dunia wisata sekarang nggak bisa lagi jalan di tempat. Banyak destinasi mulai berbenah, menghadirkan inovasi dan program-program baru demi menarik minat wisatawan sekaligus bikin mereka betah lebih lama.

Mulai dari penataan kawasan yang lebih rapi, fasilitas yang makin lengkap, sampai pengalaman wisata yang dibuat lebih interaktif. Ada yang menambahkan atraksi budaya, menghadirkan event rutin, hingga memanfaatkan teknologi digital biar pengunjung lebih mudah mengakses informasi.

Ket. Foto: Pengunjung Candi Borobudur meningkat pada masa libur Lebaran 1447 Hijriah. — Sumber: ANTARA/Heru Suyitno

Nggak cuma soal menarik orang datang, tapi juga bagaimana mereka merasa nyaman sejak tiba sampai pulang. Karena pada akhirnya, kesan yang baik itu yang bikin wisatawan ingin kembali—bahkan tanpa perlu banyak diajak.

PT Taman Wisata Candi (TWC) menyiapkan sejumlah inovasi hingga program baru untuk menarik dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang menghabiskan masa libur panjang Lebaran 2026 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Direktur Komersial PT TWC Gistang Richard Panutur di Magelang, Senin (23/3), mengatakan target kunjungan selama 10 hari masa libur panjang Lebaran 2026 sebanyak 83.000 wisatawan, dengan rata-rata kunjungan harian berkisar antara 7.000 hingga 8.500 orang per hari.

Karena itu dari sisi operasional, menurut dia, pengelola Candi Borobudur melakukan sejumlah inovasi, salah satunya melakukan penyesuaian jam layanan, di mana wisatawan yang ingin naik ke struktur candi sudah dapat masuk pada sesi pertama yakni pada pukul 08.00 WIB. Pada hari-hari biasa, sesi pertama dimulai pada pukul 08.30 WIB.

TWC, lanjutnya, fokus meningkatkan layanan bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia, serta pengunjung yang membawa bayi, guna memastikan kenyamanan selama berada di kawasan wisata candi.

Sedangkan untuk menambah daya tarik, Gistang mengatakan pengelola menghadirkan berbagai program baru, salah satunya Pasar Medang yang menghadirkan beragam kuliner lokal hasil kolaborasi dengan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setempat.

Wisatawan, menurut dia, juga dapat menikmati hiburan tradisional yang digelar di kawasan candi maupun di Kampung Seni Borobudur.

Selanjutnya, guna mendukung mobilitas wisatawan, ia mengatakan pengelola juga menggandeng mitra penyedia transportasi ramah lingkungan seperti penyewaan skuter dan sepeda, yang dapat digunakan oleh pengunjung berkeliling candi di luar zona inti.

Pada Minggu (22/3) atau H+1 Lebaran 2026, pengunjung Candi Borobudur mencapai 7.900 orang. Dan pada Senin atau H+2 Lebaran, pukul 13.00 WIB, sebanyak 7.500 wisatawan telah berkunjung ke candi yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 masehi tersebut.

"Diperkirakan akan menembus angka 10.000 pengunjung hingga penutupan loket tiket pada pukul 17.30 WIB," kata Gistang.

Dari data yang TWC dapatkan, ia mengatakan tren kunjungan terus meningkat. Puncak kunjungan diprediksi terjadi pada periode 22 hingga 24 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur hari raya.

Pada hari biasa, menurut dia, kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur paling tinggi sekitar 3.000 pengunjung.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.