Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prau Perkuatan Konservasi di Kabupaten Temanggung

📅 Senin, 23 Mar 2026, 12:12 WIB | Oleh:
Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prau Perkuatan Konservasi di Kabupaten Temanggung Doc: ANTARA/Anis Efizudin
Ket. Sejumlah warga memikul tenong berisi berbagai jenis makanan saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026).

Temanggung -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus memperkuat upaya konservasi lingkungan di kawasan tiga gunung yaitu Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Kamis, mengimbau kepada seluruh pengelola basecamp pendakian untuk berperan aktif dalam mendukung program penghijauan, termasuk mengajak para pendaki ikut serta dalam kegiatan reboisasi di sepanjang jalur pendakian.

"Imbauannya, setiap basecamp bisa menanam pohon dan menyampaikan kepada para pendaki agar ikut melakukan reboisasi di jalur pendakian," katanya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah basecamp, katanya, sebagian besar lokasi jalur pendakian saat ini sudah dalam kondisi baik dan lahan untuk penanaman baru relatif terbatas karena sudah terisi tanaman sebelumnya. Oleh karena itu fokus kegiatan kini mulai dialihkan dari penanaman ke perawatan.

"Beberapa basecamp sudah melaksanakan penanaman dan secara umum lahannya sudah penuh. Jadi sekarang tugas basecamp dan pendaki lebih ke perawatan, seperti menjaga dan merawat tanaman yang sudah ada agar bisa tumbuh dengan baik," katanya.

Di Gunung Prau, basecamp Campurejo telah melaksanakan kegiatan penanaman dengan mengambil bibit dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kledung. Sementara itu di jalur Wates masih terdapat beberapa titik lahan kosong, khususnya di area Bukit Rindu di atas Pos 3 yang berpotensi untuk penanaman lanjutan.

Untuk basecamp Grasindo Gunung Sindoro di Kledung, kegiatan penanaman dinilai sudah maksimal sehingga saat ini difokuskan pada pengawasan dan perawatan tanaman. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Gunung Sumbing, khususnya jalur Banaran, yang vegetasinya sudah cukup rapat sejak Pos 1 ke atas.

Selain itu, kata dia, pihak Perhutani juga memberikan arahan agar penanaman tidak dilakukan terlalu rapat. Hal ini untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan saat musim kemarau.

"Arahan dari Perhutani agar tidak terlalu dekat jarak tanamnya, karena dikhawatirkan saat musim kemarau bisa memicu kebakaran. Ini sudah kami sampaikan ke teman-teman basecamp dan sudah ditindaklanjuti," katanya.

Secara keseluruhan program konservasi di tiga gunung tersebut telah berjalan dengan baik berkat kolaborasi antara pemerintah, pengelola basecamp, dan para pendaki. Ke depan, lanjutnya, diharapkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian alam terus meningkat, tidak hanya melalui penanaman, tetapi juga perawatan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.