Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Hanya Shalat Id, Tradisi Injak Bumi Jadi Daya Tarik Lebaran di Jambi

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 20:40 WIB | Oleh:

"Ini (Arsyad) anak keempat saya. Rasanya ada yang kurang jika tidak ikut ritual seperti ini. Saya ingin anak saya didoakan," jelasnya.

Turun-Temurun

Tokoh agama setempat, Abdulah Hamid, menjelaskan bahwa tradisi injak bumi merupakan bagian dari upaya merawat warisan leluhur yang memiliki dimensi spiritual. Baginya, ritual ini adalah tradisi rutin yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang.

Salah satu inti ritual yang masih dijalankan adalah bentuk penghormatan terhadap bumi yang baru dipijak, khususnya bagi anak-anak atau pendatang baru. Tradisi ini dipercaya sebagai sarana mengambil berkah dan wujud rasa hormat terhadap tempat tinggal yang baru.

Ia menegaskan, adat ini tetap dijaga sebagai bagian dari syiar Islam yang berakulturasi dengan budaya lokal.

Doa yang dipanjatkan bertujuan memberikan perlindungan dari gangguan gaib, sebagaimana tercantum dalam potongan doa:
"A’udzu bikalimatillahittammati min syarri maa khalaq." Serta "Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissama’i wahuwas sami’ul ‘alim."

Inti dari pembacaan doa tersebut adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari gangguan setan, iblis, maupun marabahaya lainnya saat seseorang mulai menempati atau menginjakkan kaki di suatu tempat baru.

"Intinya hanya itu, kita berusaha menjauhkan diri dari gangguan-gangguan gaib," ujarnya.

Kaya Sejarah dan Nilai

Khatib Masjid Jami Ba'alawi, Majdi Hasan Musa, mengatakan bahwa masyarakat Melayu Jambi Seberang adalah komunitas yang kaya akan sejarah dan nilai luhur.

"Di tepian Batanghari, dakwah pernah tumbuh dengan santun, dan ilmu berkembang dengan adab. Untuk itu, jangan sampai kita menjadi generasi yang hanya mewarisi tanah, tetapi kehilangan tuntunan," pesannya.

"Jangan sampai kita membangun rumah megah, tetapi justru merobohkan akhlak," tambahnya.

Melalui momentum Lebaran, ia mengajak masyarakat Melayu Jambi untuk saling mengunjungi dan menziarahi satu sama lain, karena hal tersebut termasuk amalan utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.