Perbedaan Metode Penetapan Idul Fitri di Indonesia: Mengenal Pendekatan NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 13:50 WIB | Oleh: AlfredPengalaman tersebut menjadi bukti perbedaan metode tidak identik dengan perpecahan. Umat Islam di Indonesia telah terbiasa menempatkan perbedaan sebagai bagian dari kekayaan khazanah keilmuan, bukan sebagai sumber konflik.
Upaya penyatuan kalender Hijriah terus dilakukan, baik di tingkat nasional maupun regional, termasuk melalui forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Namun para pemangku kepentingan juga menyadari proses ini membutuhkan waktu dan kesepahaman yang mendalam.
Pada akhirnya perbedaan penetapan Idul Fitri mencerminkan dinamika ijtihad dalam Islam yang hidup dan berkembang. Di Indonesia, dinamika tersebut berjalan seiring dengan kuatnya komitmen menjaga ukhuwah Islamiyah, sehingga perbedaan tidak menghalangi persatuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!