Otorita Bantu Masyarakat Peroleh Bahan Pangan Murah
Rabu, 18 Mar 2026, 03:27 WIBPENAJAM PASER UTARA- Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membantu masyarakat di wilayah itu memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah, tsaat Ramadhan hingga jelang Idul Fitri dengan menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah.
âOperasi pasar dan gerakan pangan murah dilakukan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga di pasaran,â ujar Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN Setia Lenggono, ketika ditanya menyangkut pasokan dan harga pangan selama Ramadhan di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Gerakan pangan dan operasi pasar murah yang diadakan di empat kecamatan wilayah sekitar IKN, lanjut dia, juga untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Gerakan pangan dan operasi pasar murah sebagai komitmen Otorita IKN terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya pembangunan fisik ibu kota baru, tetapi juga memastikan kesejahteraan dan ketahanan pangan warga di sekitar kawasan IKN.
Kerja sama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga, jelas dia, serta menjamin ketersediaan pangan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.
Pada kegiatan pangan dan pasar murah warga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar, di antaranya beras, elpiji tiga kilogram, minyak goreng, sayur-mayur, ikan, ayam, dan telur.
âDiharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat,â kata Setia Lenggono.
Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah dan operasi pasar murah yang diadakan Otorita IKN tersebut, berharap secara rutin diadakan.
Menurut Sri, salah satu warga, harga elpiji tiga kilogram yang dijual di gerakan pangan murah dan operasi pasar murah lebih murah dibandingkan harga eceran.
Elpiji tiga kilogram paling murah di eceran 30.000 rupiah, timpal dia lagi, di gerakan pangan murah dan operasi pasar murah elpiji tiga kilogram dijual 20.000 rupiah.
âKalau pangan dan pasar murah rutin diadakan, sangat membantu masyarakat karena beda harga, harganya lebih murah,â tambah warga lainnya, Meri.
Adapun Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) memproyeksi ekonomi di provinsi ini mengalami pertumbuhan tinggi pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen secara tahunan, meski nilai ekspor mengalami penurunan akibat berbagai faktor global.
âMeski ada beberapa faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun ini, namun ada pula banyak faktor yang mendorong pertumbuhan ekonominya,â kata Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda.
Faktor penahan itu antara lain rencana kerja anggaran belanja (RKAB) batu bara 2026 diprakirakan berada di 600 metrik ton (MT), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 739,6 MT, diiringi penurunan permintaan batu bara dari negara mitra dagang, seiring berlanjutnya transisi menuju energi terbarukan. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Masih 15 Tahun, Remaja Padang Ini Sudah Berangkat Haji
-
Rayakan Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Mewujudkan Keselamatan Berlalulintas
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
DLH Banyumas Kembangkan TPST BLE Tekan Beban Pengolahan Sampah
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.