Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapolda Papua Tengah Dorong Program Gizi di Nabire Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 05:05 WIB | Oleh:
Kapolda Papua Tengah Dorong Program Gizi di Nabire Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Doc: Antara Foto
Ket. Kapolda Papua Tengah Irjen Pol Jermias Rontini melakukan kunjungan ke Dapur SPPG 003 Siriwini, Nabire, Senin (16/3).

Kapolda Papua Tengah Irjen Pol Jermias Rontini meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire mengembangkan layanan program pemenuhan gizi agar menjangkau kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

“SPPG kita harapkan tidak hanya menyasar siswa sekolah. Sentuhan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita sangat penting agar mereka juga merasakan dampak langsung dari program ini,” katanya saat melakukan kunjungan ke Dapur SPPG 003 Siriwini, Nabire, Senin.

Polda Papua Tengah terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire.

Dia mengatakan saat ini SPPG masih melakukan proses pendataan terhadap calon penerima manfaat dari kelompok tersebut agar dapat dimasukkan dalam program pelayanan gizi.

Ia mengingatkan setiap pengelola SPPG menjaga kebersihan dapur serta memastikan mekanisme operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Mekanisme penyaluran serta bangunan setiap SPPG harus sesuai dengan standar dari BGN,” ujarnya.

Saat ini, Dapur SPPG 003 Siriwini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat yang sebagian besar siswa sekolah sehingga harus memiliki standar operasional yang baik.

Ia menjelaskan operasional dapur pelayanan gizi tersebut memberikan dampak maksimal bagi para penerima manfaat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap proses distribusi makanan dari dapur pelayanan gizi guna mengantisipasi kemungkinan terjadi permasalahan di kemudian hari.

Kunjungan Kapolda Jermias Rontini tersebut juga untuk meninjau kondisi SPPG setelah adanya laporan dugaan keracunan makanan di Nabire.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah Marsel Asyerem mengatakan terdapat sejumlah laporan gejala, seperti diare, muntah, dan pusing dialami beberapa orang setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Orang-orang tersebut bagian penerima layanan MBG dari dapur SPPG Lani.

“Berdasarkan laporan sementara ada 23 orang yang mengalami gejala tersebut, namun sebagian besar yang mengalami gejala adalah orang yang mengonsumsi makanan basah MBG yang dibawa pulang,” katanya.

Ia menjelaskan makanan basah dalam program MBG seharusnya dikonsumsi langsung di sekolah dan dilarang dibawa pulang karena berpotensi mengalami penurunan kualitas atau basi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Piala Dunia, Menit 20 Spanyol Mendapat Penalti, 1-0

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Menit 20 Spany...
Luar Negeri
Dubai Bangun Pelabuhan Baru...
Luar Negeri
Tiongkok Pecat Eks Petinggi...
Luar Negeri
Inggris Sumbang Dana 10 Jut...

Festival Lima Gunung Hadirkan Tari Ujungan yang Amat Memukau

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Festival Lima Gunung Hadirk...
Ekonomi
Harga Khusus BBM Nelayan Di...
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.