Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris: Pembukaan Selat Hormuz Bukan Misi NATO

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 15:38 WIB | Oleh:
Inggris: Pembukaan Selat Hormuz Bukan Misi NATO Doc: AFP/BENJAMIN CREMEL

MOSKOW - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan operasi untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak akan dilakukan di bawah naungan NATO.

"Kami bekerja sama dengan pihak lain untuk menyusun rencana yang kredibel untuk Selat Hormuz guna memastikan bahwa kami dapat membuka kembali jalur pelayaran," katanya dalam konferensi pers pada Senin (16/3).

"Izinkan saya tegaskan: itu tidak akan dan tidak pernah direncanakan sebagai misi NATO. Itu harus menjadi aliansi mitra, itulah sebabnya kami bekerja sama dengan mitra di Eropa, di Teluk, dan dengan AS," kata Starmer.

Sebelumnya pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump meminta Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk mengamankan salah satu jalur perdagangan minyak global yang paling penting.

Ia memperingatkan sekutu NATO bahwa aliansi tersebut menghadapi "masa depan yang sangat buruk" jika gagal mengamankan selat tersebut.

Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski menolak usulan Trump, dengan mengatakan pemerintahnya "tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam misi semacam itu."

Harian Financial Times melaporkan bahwa Prancis juga telah menolak inisiatif Trump.

Prancis dilaporkan tengah bernegosiasi dengan negara lain di Eropa, Teluk Persia, dan sekitarnya untuk bersama-sama berpatroli di selat tersebut setelah konflik di Timur Tengah berakhir.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan menjelang pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels bahwa ia akan membahas perluasan misi angkatan laut Aspides ke Selat Hormuz.

Misi tersebut melibatkan kapal Yunani dan Italia yang melindungi kapal di Laut Merah.

Juru bicara pemerintah Yunani Pavlos Marinakis mengatakan Yunani akan menolak berpartisipasi jika misi tersebut diperluas ke Selat Hormuz.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan korban sipil.

Iran kemudian membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi di sekitar Iran menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz terhenti secara de facto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.