Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beatrice Gobang dan Tembang Puitis Indonesia di Jantung New York

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 14:12 WIB | Oleh:
Beatrice Gobang dan Tembang Puitis Indonesia di Jantung New York Doc: istimewa
Ket. Kolaborasi resital Beatrice Jean Consolata Gobang (mezzo-soprano) dan Ayunia Indri Saputro (piano) di Piano-Piano Theater New York, Jumat 13 Maret 2026.

NEW YORK Kolaborasimusikal itu membuka malam yang teduh dengan ekspresi keintiman zaman Barok melalui komposisi “Vittoria, mio core!” karya Giacomo Carissimi. Suasana hangat memenuhi ruangan Piano-Piano Theater di kawasan Manhattan, New York, pada Jumat (03/03/2026) pekan lalu.

Bertajuk Poetry, Roots, Resonance, kolaborasi ini menghadirkan mezzo-soprano muda Indonesia, Beatrice Jean Consolata Gobang, yang disapa Beatrice Gobang, dalam debut solo resitalnya di jantung New York City dengan iringan pianis Ayunia Indri Saputro.

Sesuai tema dan arahan artistik Aning Katamsi, pentas ini menyajikan perjalanan musikal yang menghubungkan puisi, sejarah, dan ingatan budaya lintas abad. Repertoar art song merentang dari zaman Barok hingga kontemporer. Termasuk menghadirkan beberapa tembang puitis Indonesia.

Komposisi “Vittoria, mio core!” yang mengawali pentas berasal dari puisi karya Domenico Benigni yang digubah oleh Carissimi (1605-1674), salah satu maestro musik Barok.

Vokal Beatrice terus berdialog selaras dengan permainan piano Ayunia, ketika menampilkan dua karyaWolfgang Amadeus Mozart (1756-1791), yakni “An Chloë” dan “Voi che sapete”. Yang kedua ini merupakan aria dari opera “Le Nozze di Figaro” berlatar Spanyol pada akhir abad ke-18.

Memasuki dunia Lied (lagu seni) Jerman, sejumlah komposisi menjadikan puisi sebagai inti ekspresi musikal oleh para komposer dunia (dari 1700-an hingga awal 1900). Komposisi yang dibawakan yakni “Lachen und Weinen” karya Franz Schubert, “Schwanenlied” karya Fanny Mendelssohn-Hensel, “Herbstlied” karya Felix Mendelssohn, dan “Der Gärtner” karya Hugo Wolf.

Setelah menelusuri tradisi Eropa, secara perlahan arah musikal bergeser menuju Indonesia, menghadirkan tembang puitis “Setitik Embun” karya Mochtar Embut (1934-1973) dan “Cempaka Kuning” karya Sjafii Embut (1935-1987). Kedua karya ini menyajikan keindahan puisi dan ekspresi musikal Indonesia kepada pendengar internasional.

Selepas jeda, resital membuka lanskap musikal yang lebih luas. Beatrice melantunkan “Tiga Sajak Pendek” karya Ananda Sukarlan (1968) dari puisi Sapardi Djoko Damono. Berdampingan dengan mélodie Prancis “Les chemins de l’amour” karya Francis Poulenc (1899-1963).

Di piano, Ayunia kemudian memainkan “Pagodes from Estampes” karya Claude Debussy (1862-1918). Komposisi ini lahir dari kekaguman Debussy terhadap bunyi gamelan Jawa yang ia dengar di Paris pada akhir abad ke-19.

Program kemudian kembali pada akar tradisi Nusantara melalui lagu rakyat “Mana Lolo Banda” dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Lalu diakhiri dengan sentuhan sederhana “Simple Gifts” karya komposer Amerika Aaron Copland (1900-1990).

Resital malam itu ditutup dengan dua lagu pada sesi encore, yakni “Le Violette” karya Alessandro Scarlatti (1660-1725) dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki (1914-1958). “Terima kasih ‘Indonesia Pusaka’. Ini adalah ungkapan cinta akan tanah air,” ujar sejumlah penonton diaspora Indonesia di New York.

Rangkaian repertoar ini menghadirkan perjalanan emosional dari berbagai akar tradisi hingga resonansi musikal yang hangat dan reflektif.

Perjalanan Musikal

Bagi Beatrice, malam tersebut menandai langkah penting dalam perjalanan belajar dan artistiknya. Remaja kelahiran Jakarta ini tampil pertama kali di panggung internasional Weill Recital Hall, Carnegie Hall New York, pada Desember 2022, setelah meraih penghargaan dalam American Protégé International Competition dan Golden Classical Music Awards.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.