Pawai Malam Takbiran di Mataram Hanya Tingkat Kecamatan
📅 Senin, 16 Mar 2026, 16:01 WIB | Oleh: SujarMATARAM -- Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Komisaris Besar Polisi Hendro Purwoko menyampaikan bahwa pelaksanaan pawai malam takbiran hanya berlangsung di tingkat kecamatan.
"Sudah disampaikan oleh Pemkot Mataram, apabila tanggalnya bersamaan (Hari Raya Nyepi bersama Lebaran Idul Fitri), maka pawai takbiran hanya dilaksanakan di tingkat kecamatan," katanya.
Keputusan hasil pertemuan yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Mataram tersebut bertujuan untuk menjaga situasi tetap kondusif saat dua hari besar keagamaan itu berlangsung.
Selain pembatasan ruang lingkup iring-iringan pawai, peserta juga tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan roda empat maupun roda tiga. Rute pawai pun diarahkan agar tidak melintasi kawasan yang menjadi lokasi perayaan Nyepi.
"Setiap kelurahan nantinya hanya diperbolehkan mengirimkan dua hingga tiga kelompok peserta pawai takbiran," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal, petugas gabungan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan, akan ditempatkan di sejumlah titik persimpangan jalan.
"Setiap ada lokasi perayaan Nyepi nanti akan ada koordinasi juga dengan pecalang," ujarnya.
Pelaksanaan pawai juga juga dibatasi hingga pukul 22.00 Wita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khusus untuk Kecamatan Cakranegara yang mayoritas umat Hindu, Kapolres mengaku pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemkot Mataram terkait lokasi pelaksanaan pawai takbiran.
Menurut dia, pada tahun sebelumnya pawai dilepas dari kawasan Cakra Barat. Namun, untuk tahun ini lokasi tersebut direncanakan akan dipindahkan.
"Kemungkinan tahun ini dipindah, untuk lokasi pastinya masih menunggu keputusan pemerintah kota," ucap dia.
Sementara itu, untuk pawai ogoh-ogoh yang menjadi rangkaian perayaan Nyepi pada 18 Maret 2026, Kapolres menyampaikan bahwa parade budaya tersebut harus sudah selesai paling telat pukul 18.00 Wita.
"Ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah kota dan panitia bahwa pukul enam sore kegiatan ogoh-ogoh harus sudah selesai supaya masyarakat bisa menjalankan ibadah masing-masing dengan baik," ujarnya.
Hendro juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan dua hari besar tersebut dengan tetap mengedepankan sikap toleransi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!