Jumlah Polisi Kehutanan Diusulkan Naik Jadi 21 Ribu Personel, Kemenhut Perkuat Penegakan Hukum Hutan

Senin, 16 Mar 2026, 16:30 WIB

Jakarta - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengatakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengusulkan penambangan polisi kehutanan dapat mencapai 21 ribu personel yang menjaga kawasan hutan sebagai bagian dari transformasi tata kelola kehutanan.

Ditemui usai upacara Hari Bakti Rimbawan ke-43 di Jakarta pada Senin (16/3), Wamenhut Rohmat Marzuki menyampaikan komitmen pemerintah memperkuat pengelolaan kehutanan yang profesional, transparan dan berbasis ilmu pengetahuan mengingatkan tantangan pengelolaan kehutanan yang semakin kompleks.

Ket. Foto: Wamenhut Rohmat Marzuki saat memimpin upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (16/3). — Sumber: Antara

"Pertama tentunya pelindungan dan penegakan hukum di hutan Indonesia ini yang ke depan kita akan tingkatkan. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah berkomitmen menyetujui usulan penambahan polisi kehutanan di Kementerian Kehutanan. Karena saat ini jumlahnya masih belum memadai, hanya 4.800 personel," tuturnya.

"Kita berharap ke depan kita mengusulkan 21 ribu personel. Sehingga satu orang nantinya bisa mengamankan 5.000 hektare dengan dukungan dari teknologi informasi, drone, dan yang lain-lain," tambah Wamenhut.

Dia menjelaskan bahwa penambahan personel polisi hutan itu juga dilakukan karena sektor kehutanan kini menghadapi kenyataan yang semakin kompleks dipengaruhi perubahan iklim, ancaman kebakaran hutan dan lahan, banjir dan longsor di berbagai daerah, serta tekanan terhadap kawasan hutan.

Merespons hal itu, Kemenhut akan menjalankan penguatan perlindungan hutan dan penegakan hukum ke lingkungan, guna memastikan kawasan hutan tetap terjaga dari kerusakan dan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab dan pengembangan perhutanan sosial, agar masyarakat di sekitar hutan dapat menjadi bagian dari pengelola hutan, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Terus dilakukan pula penguatan rehabilitasi hutan dan lahan, serta penyelamatan daerah aliran sungai untuk mencegah bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang semakin sering terjadi akibat degradasi lingkungan.

Disertai pembangunan ekonomi hijau kehutanan, termasuk pengelolaan jasa lingkungan, perdagangan karbon, serta multiusaha kehutanan yang membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Turut dikejar modernisasi tata kelola kehutanan melalui digitalisasi layanan dan integrasi data kehutanan, sehingga pengelolaan kehutanan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.

"Kementerian Kehutanan juga mendorong penguatan tata kelola melalui pendekatan Decision Support System (DSS) yang mencakup digitalisasi, sinergi, dan simplifikasi dalam proses pengambilan kebijakan dan pelayanan publik di sektor kehutanan," demikian Rohmat Marzuki.

  • Polisi Kehutanan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Meski PJJ, Disdik Tangsel Wajibkan Satuan Pendidikan Cek Kehadiran Siswa

Kabar Duka, Putri Sulung Jenderal Hoegeng Reniyanti Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun, Sempat Jalani Perawatan Jantung

Program SPHP: Pemerintah Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung bagi Peternak

Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur di Indonesia, Kamera dan Galaxy AI Jadi Andalan Utama

Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI

Penerbangan di Lampung Kembali Bergerak! Bandara Radin Inten Pulih dari Dampak Abu Krakatau

Tiga Ton NaCl Disemai dari Udara, Lanud Sjamsudin Noor Dukung OMC Tekan Karhutla Kalimantan Selatan.

Bandara Radin Inten II Kembali Buka, Abu Erupsi Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi di Udara

Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Asap Masih Mengepul dari Sejumlah Titik

Bandara Wunopito Mendadak Ditutup! Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotolok Jadi Penyebabnya

Lama Kering, Begitu Hujan Tiga Kecamatan di Langkat Langsung Terendam

Perkuat Mobilitas dan Distribusi Logistik Surabaya-Gresik-Sidoarjo, Pelebaran 950 Meter Jalan Wiyung-Menganti Dipercepat untuk Rampung 2026

Sistem Merit Manajemen untuk ASN Bakal Diterapkan di Bali

Ayoo Kunjungi Kepulauan Seribu, Ada Festival Bahari, Ikuti Berbagai Lomba Bersama Nelayan

Hadapi El Nino & Paceklik, Bantuan Pangan Beras Lanjut Hingga Akhir Tahun, Sasar 33,2 Juta Keluarga

Gary Oldman Sebut Amazon MGM Telah Menjatuhkan Pilihan Pemeran James Bond Baru

NEO rheumacyl Ajak UMKM Masuk Ekosistem Digital Tanpa Beban Komisi Penjualan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.