Italia Bersikeras Sanksi Minyak Russia Tetap Dipertahankan

Senin, 16 Mar 2026, 16:53 WIB

MOSKOW - Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Italia, Antonio Tajani, menegaskan perlunya mempertahankan sanksi terhadap minyak Russia setelah muncul seruan dari wakil perdana menteri lainnya sekaligus Menteri Infrastruktur dan Transportasi, Matteo Salvini, yang meminta agar pembatasan tersebut dilonggarkan dengan mencontoh langkah Amerika Serikat (AS).

Pada Sabtu (14/3), Salvini mengatakan bahwa Italia dan Eropa sebaiknya mempertimbangkan “solusi pragmatis” serupa dengan pendekatan yang diambil AS. Pernyataan itu dilaporkan oleh surat kabar La Repubblica.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/STEFANO RELLANDINI

Tajani menegaskan bahwa pernyataan menteri transportasi tersebut merupakan pandangan pribadi.

“Sanksi terhadap Russia harus tetap dipertahankan,” kata Tajani saat berbicara dalam sebuah acara publik di Roma, Sabtu (14/3).

Sejumlah surat kabar Italia, Minggu (15/3) menggambarkan pertukaran pernyataan antara kedua wakil ketua dewan menteri itu sebagai “perselisihan” dan bahkan “perpecahan dalam pemerintahan.”

Tajani dan Salvini masing-masing memimpin partai Forza Italia dan League, yang bersama partai terbesar dalam koalisi pemerintahan, Brothers of Italy yang dipimpin oleh Perdana Menteri Giorgia Meloni, membentuk koalisi penguasa di negara tersebut.

Sebelumnya, Salvini mengusulkan agar Eropa mengikuti langkah AS dengan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Russia di tengah konflik di Timur Tengah. Pada 11 Maret, ia bahkan menyebut pembatasan semacam itu sebagai “kebijakan bodoh” ketika “jalur laut dan selat ditutup.”

Otoritas di AS saat ini berupaya menurunkan harga minyak yang melonjak setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Washington sebelumnya memberikan pengecualian dari sanksi bagi pembelian minyak Russia oleh India yang dimuat ke kapal tanker sebelum 5 Maret.

Kebijakan itu kemudian diperluas untuk mencakup seluruh minyak mentah dan produk minyak Russia yang dimuat ke kapal sejak 12 Maret. Dengan kebijakan tersebut, transaksi yang melibatkan komoditas tersebut kini tidak lagi berada di bawah pembatasan dari Washington. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.