Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Lebaran, Penyintas Banjir Bandang Gayo Lues Bangun Rumah dari Sisa Puing

📅 Senin, 16 Mar 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Lebaran, Penyintas Banjir Bandang Gayo Lues Bangun Rumah dari Sisa Puing Doc: Antara
Ket. Rumah warga korban bencana banjir bandang yang dibangun sederhana di Desa Tetingi Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3).

Gayo Lues - Sejumlah penyintas banjir bandang di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, memilih membangun kembali rumah mereka dari sisa material yang hancur karena bencana agar dapat berkumpul bersama keluarga menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026.

Kepala Desa Tetingi Mahmud (41) di rumahnya, Senin (16/3), mengatakan sebagian warga kini membangun tempat tinggal seadanya menggunakan bahan yang tersisa dari puing bencana, seperti seng dan papan yang hanyut.

"Sebelumnya warga sempat tinggal di tenda pengungsian, namun sebagian besar kini memilih kembali ke lokasi rumah lama, dibangun lagi, karena hunian sementara yang disiapkan pemerintah belum dapat dihuni secara optimal," kata dia.

Dia mengaku bahwa rumah hunian sementara sebagai tempat yang disiapkan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut sebenarnya telah tersedia, namun masih terkendala fasilitas pendukung seperti pasokan air bersih dan jaringan listrik.

“Sudah ada mesin pompa air, sumurnya pun sudah ada, cuma belum bisa mengisi air di toren. Begitupun listik. Menurut petugas PLN stok mesin meteran listriknya habis jadi tidak semua kopel huntara bisa dipasang sehingga sebagian warga memilih tinggal di rumah yang dibangun seadanya,” ujar kepala desa atau Keuchik ini.

Berdasarkan data pemerintah desa, Desa Tetingi ini dihuni sebanyak 133 kepala keluarga dengan total 418 jiwa yang seluruhnya terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah itu 26 November 2025.

Dari jumlah tersebut, menurut Mahmud ada tercatat sebanyak 33 rumah hilang total, sementara 42 rumah lainnya rusak berat dan tidak lagi layak huni sehingga harus dibongkar.

Warga di Desa Tetingi ini bermukim dengan mendirikan rumah yang memanjang mengikuti alur aliran sungai kemudian sebagian besar rusak bahkan hanyut tak tersisa terbawa arus deras banjir bandang hampir empat bulan lalu.

“Karena mau menghadapi Lebaran, banyak warga menetap lagi di sini. Walaupun rumahnya apa adanya, yang penting bisa berkumpul bersama keluarga,” kata dia, seraya menyatakan bahwa kondisi desa kini perlahan mulai pulih seiring dengan berbagai bantuan yang datang dari pemerintah maupun masyarakat atau tim relawan dari berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.